Surabaya (beritajatim.com) – Ada beberapa mitos mengenai malam 1 Suro yang bersamaan dengan tahun baru Islam, kerap dikatakan sebagai hal mistik dan keramat. Malam 1 Suro 2022 yang bersamaan dengan malam tahun baru Islam 1444 H ini memunculkan mitos yang dipercayai terkait dengan hal yang memiliki makna dalam secara religius.
Menurut kalender Jawa-Islam disebut jika Suro mempunyai makna bulan awal, dan kata Suro datang dari kata berbahasa arab yakni Asyura. Kata Asyura ini digunakan pertama kalinya oleh Sultan Agung, raja kerajaan Mataram yang menyamakan penanggalan Tarikh Saka dengan penanggalan Hijriah.
Kebijakan tersebut diambil agar masyarakat bisa merayakan acara keagamaan secara bersama-sama. Di mana, saat pemerintahan Sultan Agung tersebut warga konon terpecah menjadi dua kelompok, yakni ada Islam abangan dan Islam putihan.
Banyak warga khususnya di Jawa yang memandang jika bulan Suro ialah bulan yang penuh musibah dan menakutkan. Banyak juga yang yakin jika bulan Suro ialah bulan jumlahnya makhluk gaib yang berkeliaran dan bisa bergerak bebas.
Banyak mitos yang berkembang di kelompok masyarakat terkait dengan malam 1 Suro, berikut mitos yang terkait dengan malam 1 Suro 2022 dirangkum dari berbagai sumber.
1. Hari besar untuk makhluk ghaib
Malam 1 Suro dipercayai beberapa warga Jawa sebagai awalnya dari perayaan dari berkumpulnya makhluk-makhluk gaib. Dipercayai jika di waktu malam 1 Suro beberapa orang bisa menyaksikan sosok-sosok makhluk gaib yang berkeliaran.
2. Tidak jangan berbicara saat ritus
Ada banyak orang yang melangsungkan ritus saat malam 1 Suro dengan beragam jenis wujud, satu diantaranya jangan berbicara saat ritus atau umum disebutkan dengan puasa bisu atau tapa bisu.
Puasa bisu atau tapa bisu ini mewajibkan seorang untuk lakukan ritus malam 1 Suro dengan melingkari benteng Keraton Yogyakarta. Saat ritus itu tidak boleh berisik, makan, dan minum, dan harus dilaksanakan dengan penuh hikmat dan fokus.
3. Jangan keluar dari rumah
Di waktu malam 1 Suro, dipercayai banyak udara negatif yang melingkari seluruh daerah dari muka bumi ini, hingga ada pembatasan jangan keluar dari rumah saat malam 1 Suro.
Bila menyalahi dengan keluar dari rumah saat malam 1 Suro dipercaya akan memperoleh hal jelek atau kemalangan yang menerpa. Maka dari itu dianjurkan supaya saat malam 1 Suro jangan keluar dari rumah apabila harus keluar dari rumah harus dengan pengamanan dan tidak seorang diri.
4. Jangan berpindah rumah
Ada juga pantangan saat malam 1 Suro yaitu tidak berpindah rumah karena dipercayai bila berpindah rumah pada malam 1 Suro maka terkena nasib apes atau nasib jelek.
5. Ritus jalan kaki dari rumah ke keraton untuk melihat kirab
Ritus ini dipercaya untuk warga sebelumnya sebagai wujud penghormatan ke nenek moyangnya di mana saat jalan kaki dari rumah ke keraton untuk melihat kirab ini ialah wujud kesungguhan. Kesungguhan dari rakyatnya dalam memperoleh keyakinan di kelompok masyarakat khususnya budaya Jawa.
6. Larangan menikah
Mayoritas orang Jawa yakin akan larangan atau pantangan Bulan Suro sebagai bulan yang terlarang untuk menikahkan anak mereka.
Hal itu karena Bulan Suro dipercaya selalu datangkan kemalangan meskipun banyak yang berasumsi jika ini ialah mitos semata, tetapi banyak juga yang yakini dan menghindari aktivitas ini. (ian)






