Lamongan (beritajatim.com) – Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Lamongan menggelar SKK (Sekolah Kader Korpri) ke-III bertajuk “Pengarusutamaan Gender Sebagai Mobilitas Kader Putri dalam Mengawal Kebijakan Publik”, di Ponpes Al Fathimiyah, Paciran, Lamongan.
Kegiatan yang digelar selama 4 hari, mulai Selasa (26/7/2022) hingga Jumat (29/7/2022) ini digelar dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki kader putri PMII se-Lamongan. Dengan begitu, sumber daya Korpri pun akan semakin meningkat.
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya, Katib Syuriah PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munier, Pengasuh Ponpes Al Fathimiyah Gus Abdullah Adib Haad, perwakilan Pengurus Besar (PB) PMII dan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Jawa Timur, yang diwakili oleh Sahabati Syahrul Ulum dan Aizatul Faizah.

Dalam kesempatan ini, Ketua Korps PMII Putri PC PMII Lamongan Rifa Nurdiana Arofa mengatakan bahwa kegiatan ini tak hanya diikuti oleh sejumlah kader dari Lamongan namun juga puluhan peserta lain yang berasal dari perwakilan PMII se-Jawa Timur.
Ia juga menjelaskan, hakikat menjadi kader perempuan dalam pemahaman konsep gender ini tak hanya sekadar teori dan wacana dialegtis semata, namun perlu diaktualisasikan melalui gerakan yang kongkrit. Sehingga kesetaraan gender itu pun benar-benar membumi.
“SKK ini diharapkan dapat membantu untuk mengawal kebijakan-kebijakan yang dibuat tanpa menggunakan kerangka analisis gender. Sehingga nantinya peran perempuan juga lebih maksimal dan tak ada lagi steorotip gender,” tutur Rifa Nurdiana Arofa, Kamis (28/7/2022).

Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Lamongan Sirojul Munir menyampaikan bahwa kader PMII harus mempunyai mentalitas dan SDM yang mumpuni dalam menghadapi tantangan zaman.
Selain mental, Sirojul juga mengungkapkan, bahwa kader PMII juga perlu memiliki idealisme yang kuat. Sehingga dalam mengawal tiap kebijakan publik, para kader senantiasa bersikap obyektif dalam memperjuangkan kebenaran.
“Jangan pernah sejengakal pun takut dengan siapapun selama kita dalam jalur kebenaran. PMII hari ini wajib hukumnya untuk tetap bersama kaum mustadl’afin,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmii”]
Lebih lanjut, Sirojul juga mengajak kepada seluruh peserta SKK untuk selalu pro aktif dalam mengkaji isu gender dan pengawalan terhadap perjuangan perempuan.
“KOPRI harus pro aktif, terlebih tentang kesetaraan gender. Maka kita mempunyai tugas yang sama dalam mewujudkan kebenaran, dengan tetap memperjuangkan hak-hak perempuan. Tentu yang saya sampaikan ini adalah ciri khas yang dimiliki PMII. Maka perlu gerakkan nyata untuk mewujudkannya,” pungkasnya. [riq/but]






