Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), tingkat sekolah dasar (SD) , Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ponorogo sudah berakhir.
Kekurangan siswa atau pagu di suatu lembaga pendidikan bukan hanya terjadi pada jenjang SD dan SMP. Ternyata di jenjang SMA pun mengalami hal yang sama. Yakni beberapa SMA Negeri di bumi reog juga tidak terpenuhi pagu siswanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppdb-ponorogo”]
“Ada beberapa SMA negeri yang pagu siswanya tidak terpenuhi,” kata Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Ponorogo, Eko Budi Santoso, Jumat (22/7/2022).
Informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, dari belasan SMA Negeri di Kabupaten Ponorogo, hanya ada 5 SMA Negeri yang bisa memenuhi keterisian pagu siswa. Sementara ada 11 SMA Negeri yang hingga saat ini kekurangan siswa atau tidak terpenuhi paginya. “Cuma ada 5 SMA Negeri di Ponorogo yang pagunya terpenuhi, sisanya sebanyak 11 SMA Negeri tidak terpenuhi,” katanya.
Eko menyebut 5 sekolah yang terpenuhi pagunya itu ialah SMAN 1 Ponorogo, SMAN 2 Ponorogo, SMAN 3 Ponorogo, SMAN Pulung dan SMAN Badegan. Tiga SMAN yang berada di kota itu memang setiap tahunnya selalu pagunya terpenuhi. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMAN 1,2,3 Ponorogo terpenuhi pagunya. Dua sisa lainnya dari sekolah pinggiran, yakni SMAN Pulung dan SMAN Badegan,” ungkap Eko.
Tidak seperti di jenjang SD dan SMP, bagi SMA Negeri yang kekurangan siswa, tidak boleh diberlakukan perpanjangan pendaftaran. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi SMA swasta untuk menjaring siswa. Sebab, kondisi SMA swasta nampaknya juga sama seperti mayoritas SMA Negeri lainnya yang juga kekurangan siswa.
“Tidak ada perpanjangan pendaftaran. Diberikan kesempatan untuk SMA swasta dalam menjaring siswa. Sebab kondisinya juga hampir sama,” pungkasnya. [end/suf]






