Surabaya (beritajatim.com) – Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak membuka secara resmi Musyawarah Nasional Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia V di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (21/7/2022).
Pada kesempatan itu, Emil menyampaikan bahwa bukan hanya lembaga pendidikan negeri saja yang mampu menyediakan pendidikan, tapi juga ada lembaga swasta. “Lembaga pendidikan swasta ini sudah luar biasa berinvestasi untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Ini bukan bisnis orientasinya, melainkan passion,” tuturnya.
Munas ini mengangkat tema ‘Menyebarkan dan Mengobarkan Platform yang Adaptive dan Agile Dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Nasional & Tarung Digital’ yang diikuti Lembaga Layanan (LL) Dikti dari I-XVI dengan jumlah delegasi sebanyak 586 orang se-Indonesia.
Lebih lanjut Emil menambahkan, bahwa anak muda di Jawa Timur bukan hanya didorong untuk melakukan merdeka belajar saja, melainkan merdeka berkarier juga. “Kami pernah diminta oleh Mendikbud untuk memberikan input terhadap kurikulum merdeka belajar, komponen yang memiliki exposure dengan hal-hal yang aktual,” ungkapnya.
“Anak muda di Jawa Timur mendapatkan bukan hanya menjalankan kurikulum merdeka belajar, tetapi merdeka berkarier juga. Ini karena aspek sosio mobility ini penting dalam pendidikan dan dunia kerja. Hari ini, ijazah tidak menjadi garansi mendapatkan pekerjaan yang seperti orang tuanya inginkan,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”merdeka-belajar”]
Turut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Kepala LL DIKTI I-XVI, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pemprov Jatim melalui Milenial Job Center (MJC) juga menjawab tantangan exposure aktual.
“Kami melalui MJC melakukan transfromasi digital kepada pelaku 6.000 usaha di Jawa Timur dan memberdayakan 2.000 talenta muda. MJC telah memberikan exposure kepada generasi muda, inilah yang bisa kami sinergikan,” jelasnya.
Emil optimistis Indonesia akan menjadi maju, karena pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. “Lembaga pendidikan swasta inilah yang akan mengantarkan visi Indonesia 2045 akan besar dan maju, bukan karena ukurannya besar, tetapi karena kualitas pendidikannya dan pembangunan sumber daya manusianya,” pungkasnya. [tok/suf]






