Gresik (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik terus mengkebut normalisasi Kali Lamong. Tahun ini, dinas menargetkan pengerukan sepanjang 15 kilometer. Namun, lokasi yang lebih dulu dikeruk sudah mulai mengalami pendangkalan.
Seperti di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Pasalnya, bekas dari pengerukan yang dilakukan beberapa bulan lalu masih terlihat. Belum terlihat adanya longsoran atau sejenisnya. Hanya saja, kedalaman sungai tampak sedikit dangkal dibandingkan setelah dikeruk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kali-lamong”]
Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi menuturkan, tahun 2022 normalisasi Kali Lamong ditargetkan bisa mencapai 15 kilometer di sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Pengerjaannya dibagi menjadi dua bagian. Di wilayah hilir meliputi Desa Jono dan Pandu Kecamatan Cerme serta Desa Bangkelolor dan Bulurejo Kecamatan Benjeng.
Sedangkan di wilayah hulu secara bertahap akan diarahkan di Desa Dapet, Sedapurklagen, Sekarputih, Wotansari,. Banjaragung dan Lundo, Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi ini terus dikerjakan lantaran cukup efektif menanggulangi dampak dari banjir Kali Lamong. Untuk itu, pengerukan di DAS Kali Lamong akan diselesaikan hingga 64 kilometer secara bertahap di tahun tahun berikutnya,” tuturnya, Kamis (21/7/2022).
Ia menambahkan, pengerjaan normalisasi ini efektif telah dikerjakan pada bulan Mei 2022 dengan mengerahkan delapan unit alat berat di beberapa titik. “Kami berharap sebelum musim hujan tiba, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sesuai target. Sehingga, saat musim hujan tiba bisa meminimalkan dampak banjir tahunan yang selalu terjadi di kecamatan dan desa yang dilintasi sungai itu,” pungkasnya. [dny/suf]






