Surabaya (beritajatim.com) – Banyaknya beredar artikel mengenai film Detective Conan The Bride of Halloween menjelaskan bahwa ini menjadi sebuah tontonan yang menarik. Bagi penyuka anime, besar kemungkinan mereka merindukan untuk menyaksikan aksi detektif Conan Edogawa.
Karakter hasil karya dari Gosho Aoyama, kini hadir dalam versi layar lebar bersama dengan tim yang namanya sudah terkenal sesuai dengan hal skenario seperti Takahiro Osuka bahkan para aktor suara yang terlibat yaitu Minami Takayama, Chafurin, Toru Furuya, Rikiya Koyama, hingga Megumi Hayashibara.
Detective Conan: The Bride of Halloween merupakan judul dari film layar lebar terbaru dari cerita petualangan Detektif Conan. Sutradara dari Film Conan yang terbaru ini adalah Susumu Mitsunaka.
Karya yang menggunakan setting di Shibuya pada hari Halloween bertepatan dengan upacara pernikahan Miwako Sato dari Departemen Kepolisian Metropolitan dengan baju pengantin yang menawan. Namun, Pernikahan itu berubah riuh karena adanya penyerang misterius yang muncul.
Kronologi yang terjadi di Shibuya, Tokyo saat Halloween dan pernikahan berlangsung tiba-tiba. Ketika Conan dan tamu undangan sedang menikmati pesta, ada penyerang yang mengacaukan acara.
Detektif Wataru Takagi yang berusaha melindungi Sato membuat dia terluka. Ketika hal itu terjadi Takagi masih selamat hingga situasi menjadi tenang.
Namun, Sato merasa bayangan malaikat maut yang dilihat sama saat Detektif Matsuda, pria pernah ada dihatinya terbunuh dalam serangkaian pemboman tiga tahun lalu yang bersinggungan dengan Takagi. Pada kejadian itu, pelaku pengeboman melarikan diri dari penjara.
[berita-terkait number=”3″ tag=”film”]
Rei Furuya yang diperankan oleh Toru Amuro adalah anggota Biro Keamanan Publik, mlakukan pemburuan terhadap pembunuh teman sekelasnya, Detektif Matsuda.
Hanya saja, orang misterius yang menyamar muncul dan memasang bom kerah padanya. Kemudian, Conan pergi ke tempat perlindungan bawah tanah tempat Amuro bersembunyi untuk melucuti bom leher.
Ia mendengar insiden tiga tahun lalu saat dia dan teman-teman sekelasnya yang sudah meninggal dari akademi kepolisian bertemu dengan pembom virtual tak dikenal dengan sebutan “Plamya” di Shibuya. Ketika Conan dan timnya mulai menyelidiki, adanya gangguan dari bayangan yang mengintai mereka. (PRD/ian)






