Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi pencanangan digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Kodam V/Brawijaya. Pasalnya sektor koperasi dan UMKM menyumbang 57 persen perekonomian di Jawa Timur.
“Kami merasa sangat bersyukur bahwa pak Pangdam dan Ibu ini memiliki inovasi yang sangat baik, bagaimana UMKM baik yang dibina semuanya diwadahi untuk bisa on boarding masuk ke marketplace,” ucap Wagub Emil di Hotel Grand Mercure Surabaya, Senin (18/7/2022).
Program binaan UMKM menuju digital ini pula menggandeng e-Commerce ternama meliputi Tokopedia, Shopee, Blibli.com, Grab, dan Gojek.
“Pak Pangdam juga menggabungkan dengan promosi KUR, sehingga ya luarbiasa, KUR ini kan perlu menyasar UMKM yang potensial, jadi atas nama Ibu Gubernur dan Pemprov Jatim kami berterimakasih sekali kepada kodam V/Brawijaya,” imbuhnya.
Pasca Pandemi Covid-19, muncul pergeseran perilaku konsumen dalam menggunakan teknologi digital yang memungkinkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Oleh karenanya, pemasaran berbasis digital bisa menjadi kunci dalam mengoptimalkan usaha utama pada sektor UMKM dalam melakukan tata niaga dan mempromosikan usahanya.
“Bank Indonesia (BI) juga memaparkan jika transparansi e-Commerce di Indonesia meningkat 26 persen saat pandemi. Ini merupakan potensi yang sangat besar bagi pelaku usaha untuk bisa mengembangkan usahanya,” ungkap Emil.
[berita-terkait number=”4″ tag=”emil-dardak”]
“Hadirnya program yang dicanangkan Pak Pangdam merupakan terobosan luar biasa, masuk dalam persaingan digital susah-susah gampang untuk itu kami mengapresiasi kehadiran dari lima e-Commerce yang mendukung untuk membangun ekosistem ini,” sambungnya.
Lebih lanjut, Mantan Bupati Trenggalek tersebut menyebut dibutuhkannya gudang bersama agar dapat efektif dalam merumuskan strategi promosi, meminimalisir ongkos kirim dan mengetahui kuantitas produk yang akan terdistribusi. “Harapan saya mohon insight nya dari para e-Commerce yang membina untuk dapat di share,” ucapnya.
Dirinya pula menyampaikan bahwa tetap diperlukannya promosi terkait produk UMKM binaan guna meningkatkan nilai jual terhadap produk-produk tersebut.
Untuk itu, Emil menyebut bahwa Pemprov Jatim melalui program Millenial Job Center (MJC) siap bersinergi untuk memberikan layanan digital seperti design kemasan, pembuatan logo dan lainnya.
“Ketika onboarding bukan berarti tidak perlu promosi, itu tetap diperlukan melalui medsos, komunitas dan lain lain, itu membutuhkan layanan penunjang seperti akun medsos yang menarik, foto produk yang menjual dan kami dengan senang hati siap berkolaborasi dan bersinergi melalui program MJC dalam layanan digital,” tuturnya.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto mengungkapkan bahwa pencanangan digitalisasi UMKM binaan Kodam V/Brawijaya merupakan potensi yang cukup besar sehingga diharapkan dapat bersaing melalui pemasaran di paltform digital.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemprov-jatim”]
“Hari ini kami mencanangkan untuk mereka dalam rangka digitalisasi UMKM, sehingga harapannya mereka hari ini dibina kemudian dilatih bagaimana berjualan secara online, dan kami dibantu oleh Pemprov sangat luar biasa termasuk didalamnya Deskranasda Jatim, juga rekan-rekan dari e-Commerce marketplace hari ini ada 5 yang hadir untuk membantu kami,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti sampai disini, Nurcahyanto mengatakan bahwa program ini juga akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kodam V/Brawijaya di Jawa Timur melalui tiap Komando Resort Militer (Korem).
“Cukup banyak UMKM yang hadir, hari ini yang hadir 317 untuk sesi yang sekarang, setelah ini kita akan melaksanakan kegiatan yang sama untuk di wilayah korem-korem yang ada di wilayah Kodam V/Brawijaya,” pungkasnya. [tok/but]






