Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau akrab dipanggil Gus Yani menghadiri musyawarah kerja cabang (Muskercab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kehadiran orang nomor satu di Gresik itu, merupakan hal yang istimewa. Pasalnya, sejak maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) bukan lagi sebagai kader PKB.
Kendati bukan sebagai kader, Gus Yani sangat bersemangat mendatangi Muskercab DPC PKB yang dinahkodai oleh Ketua DPRD M. Abdul Qodir di Arayanna Hotel & Resort Trawas 16-18 Juli 2022.
Dengan mengenakan baju hem warna hijau dan jahet hitam serta peci. Kedatangan Gus Yani disambut antusias pengurus dan kader PKB Gresik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-gresik”]
Bupati Gresik Gus Yani menuturkan, kedatangannya di Muskercab ini seperti pulang kampung. Pasalnya, saat dirinya pernah menjadi Ketua DPRD. Pemilihan legislatifnya berangkat dari parpol PKB.
“Ibaratnya seperti pulang kampung atau mudik hadir di acara Muskercab PKB,” tuturnya, Senin (18/07/2022).
Menantu KH. Ali Masyhuri itu juga mengajak PKB untuk senantiasa bersinergi dengan program-program pembangunan pemerintah daerah.
“PKB senantiasa harus hadir di semua lini untuk kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik, M. Abdul Qodir mengatakan, kehadiran Bupati Gresik di tengah agenda Muskercab membawa spirit tersendiri bagi kader-kader PKB.
“Beliau hadir atas undangan kami atau panitia Muskercab DPC PKB Gresik selaku kepala daerah, sekaligus sebagai pembina partai-partai politik di tingkat kabupaten,” katanya.
Pada agenda Muskercab tersebut, DPC PKB Gresik menyampaikan beberapa rekomendasi sesuai hasil Muskercab berkaitan dengan program-program daerah. Diantaranya, mendorong implementasi rancangan peraturan daerah (Raperda) pondok pesantren dan regulasi turunannya untuk kemajuan penyelenggaraan pendidikan di pesantren.
“Rekomendasinya sudah kami sampaikan ke bupati. Dalam waktu dekat segera menjadi peraturan daerah,” pungkas Abdul Qodir. (dny/ted)






