Surabaya (beritajatim.com) – Bahasa Indonesia selalu berkembang dan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan masyarakat pemakainya. Luasnya wilayah pemakaian bahasa Indonesia, keanekaragaman penuturnya serta cepatnya perkembangan teknologi informasi merupakan kondisi yang menimbulkan permasalahan cukup kompleks dalam bidang kebahasaan.
Salah satu dampak dari kondisi tersebut adalah merebaknya penyebaran dan penggunaan bahasa asing di tengah perkembangan bahasa Indonesia. Idealnya, kecintaan terhadap bahasa Indonesia harus terus dikembangkan demi menjaga martabat bahasa dan bangsa Indonesia. Pemartabatan bahasa tersebut akan bermuara pada pembentukan karakter dan penumbuhan rasa nasionalisme.
Berkaitan dengan itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur mulai tahun 2022 melakukan kegiatan pembinaan literasi bagi generasi muda melalui Jaga Bahasa. Kegiatan Jaga Bahasa dikemas dalam bentuk sosialisasi dengan mengintegrasikan aktivitas pengutamaan penggunaan bahasa negara di ruang publik.
“Tujuan diadakan kegiatan Jaga Bahasa Tahun 2022 ini untuk membangkitkan minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Indonesia. Juga menjadikan bahasa Indoenesia sebagai jati diri bangsa Indonesia,” tutur Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Umi Kulsum, S.S., M.Hum, Jumat (15/7/2022).
Jaga Bahasa tahap pertama digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, 14-15 Juli 2022. Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UINSA, Dr. H. Kurjum, M.Ag. Dihadiri oleh pimpinan kampus UINSA. Sebanyak 35 mahasiswa menyimak dan berperan sebagai peserta aktif dalam kegiatan ini.
Ketua Panitia sekaligus Koordinator KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum, Dian Roesmiati, M.Hum. menyatakan bahwa Jaga Bahasa merupakan salah satu kegiatan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang berkaitan dengan pembinaan literasi bagi generasi muda agar selalu mengutamakan penggunaan bahasa negara di ruang publik.
“Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan generasi muda tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar dan menumbuhkan kesadaran terhadap bahasa negara di ruang publik,” kata Dian.
[berita-terkait number=”4″ tag=”balai-bahasa”]
Dipaparkannya, sasaran pelaksanaan kegiatan Jaga Bahasa tahun 2022 adalah mahasiswa sejumlah 100 orang peserta dari tiga perguruan tinggi. Perinciannya 35 orang mahasiswa UINSA, 30 orang mahasiswa STKIP PGRI Jombang, dan 35 orang mahasiswa UTM Bangkalan.
“Jaga Bahasa tahap berikutnya di STKIP PGRI Jombang tanggal 18—19 Juli 2022 dan UTM Bangkalan tanggal 21—22 Juli 2022. Kegiatan dilakukan dengan paparan materi oleh narsumber, tanya jawab, dan permainan Trigatra Bangun Bahasa,” tandas Dian Rosmiati. [but]








