Magetan (beritajatim.com) – Sebuah bus pariwisata asal Semarang menabrak tebing di Jalan Tembus Cemoro Sewu Sarangan pada Minggu (17/7/2022) pukul 10.15 WIB. Kanit Lantas Polsek Plaosan, Magetan Iptu Ahkmad Suryani menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diakibatkan oleh rem blong.
Kejadian itu berawal saat bus yang dikemudikan oleh Sumartono (52) warga Gumukrejo, Tingkir, Salatiga berjalan dari arah Tawangmangu hendak ke Telaga Sarangan. Sesampainya di TKP, bus bernopol H 7019 OB itu sudah susah direm. Kemudian, pengemudi pun banting stir ke kanan.
“Pengemudi sempat hilang kendali saat di turunan tepatnya di tikungan atas Lawu Green Forest (LGF) Jalan Tembus Cemoro Sewu Sarangan, kemudian untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan di depannya pengemudi banting stir ke kanan hingga mebabrak tebing. Tidak ada korban jiwa atau korban luka dalam kejadian ini,” kata Ahkmad, Minggu (17/7/2022).
Bus mengangkut 35 orang penumpang. Ada 5 anak, 8 laki laki dewasa dan 23 ibu-ibu. Mereka adalah rombongan RT Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Mereka hendak berwisata ke Telaga Sarangan.
“Bus mengalami kerusakan di bagian depan. Kaca pecah dan bodi ada yang ringsek. Kerugian ditaksir Rp10 juta,” kata Ahkmad.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-telaga-sarangan”]
Untuk diketahui, perjalanan wisata warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, untuk menuju Telaga Sarangan terpaksa tersendat. Bus pariwisata yang mereka tumpangi menabrak tebing di Jalan Tembus Sarangan Cemoro Sewu, masuk Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (17/7/2022).
Beruntung tak ada korban jiwa maupun yang terluka dalam kejadian itu. Bus bernopol H 7019 OB itu dikemudikan oleh Suwartono (47) warga Desa Gumukrejo Kecamatan Tingkir Salatiga. Dalam bus berkelir merah muda dan hitam itu membawa ada 35 orang penumpang. Para penumpang pun kaget usai bus menabrak tebing di turunan Mojosemi itu.
Menurut Suwartono sang sopir, sejak di Tawangmangu Jawa Tengah bus sudah mengalami kendala pengereman. Dia sempat ragu untuk melintasi kawasan Jalan Tembus, namun akhirnya, pa yang dia khawatirkan terjadi. Sampai di jalan tembus Sarangan busnya tak bisa direm, akhirnya dia banting kanan dan menabrakkan bus ke tebing agar bisa berhenti. [fiq/but]






