Probolinggo (beritajatim.com) – Gaungkan Gerakan Nasional Revolisi Mental (GNRM), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama kelompok masyarakat menggelar workshop menulis dan video kreatif di SMP Islam Terpadu (SMPIT) Pelita Kota Probolinggo. Sabtu (16/7/2022).
Kegiatan yang digelar secara hybrid ini juga menggandeng Yayasan Pelita Umat Kota Probolinggo dan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Probolinggo, serta dihadiri pejabat Kemenko PMK yang lain, seperti Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Nasional Gerakan Mental Yayan Sopyani, dan Sekretaris Deputi V Kemenko PMK Maman Wijaya.
“Ini salah satu upaya untuk menyebarluaskan nilai-nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental kepada masyarakat luas,” terang Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi di hadapan peserta secara luring.
Didik mengatakan, kegiatan ini harus menghasilkan aksi nyata dan tidak hanya berhenti di tataran konsep saja, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Karya tulis dan video peserta harus bisa menggerakkan nilai-nilai GRNM, mulai etos kerja, gotong royong dan integritas,” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Probolinggo”]
Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris Deputi V Kemenko PMK, Maman Wijaya mengatakan, kegiatan ini harus dikawal sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat. Tidak hanya mudah dipahami. Tapi bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Berapa orang yang membaca, berapa orang yang memahami, dan berapa orang yang mengimplementasikan. Itu harus jelas. Tidak berhenti hanya dipublikasikan. Tapi apakah dibaca atau tidak. Kemudian bermanfaat atau tidak,” tegas Maman.
Sementara itu, Pembina Yayasan Pelita Umat, HA. Suyuti menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi dari rendahnya literasi di Indonesia. “Data dari Unesco, Indonesia berada di urutan nomor dua dari bawah untuk literasi di dunia. Dengan literasi yang baik, penyebaran nilai-nilai GNRM di masyarakat juga akan semakin luas. Baik lewat tulisan maupun video,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, juga akan digelar lomba menulis dan video kreatif, yang hasilnya akan dibukukan dan disebarluaskan. “Tema lombanya terkait nilai-nilai GNRM,” jelas Suyuti.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Agus Lithanta mengapresiasi kegiatan ini. Karena itu, ia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan. “Sehingga literasi di Kota Probolinggo terus berkembang. Kami sangat ingin kegiatan ini terus berkelanjutan. Dan sebagai bentuk keseriusannya, dengan digelarnya kegiatan hari ini,” tegasnya.
Disamping itu, Ketua FLP Cabang Probolinggo, Puspa Indah Puja Hanifah menjelaskan, kegiatan workshop menulis dan video kreatif ini digelar selama tiga hari. Diawali Sabtu (16/7/2022), yang diikuti oleh 50 orang peserta mendapat materi menulis cerpen dan novel. Kemudian pada Minggu (17/7/2022), materi pembuatan video dan content creator. Serta Terakhir, Sabtu (23/7/2022) memdatang akan digelar materi menulis berita untuk media cetak dan online.
Sebagai tindak lanjut, nantinya juga akan digelar lomba menulis dan video kreatif. Pendaftaran kegiatan ini mulai tanggal 1-31 Juli. Rencana pengumuman tanggal 7 Agustus 2022. “Kami berharap, dari kegiatan ini akan menghasilkan karya tulis dan video dengan nilai-nilai GNRM. Sehingga penyebarannya semakin luas di masyarakat Kota Probolinggo dan sekitarnya,” ujarnya. (tr/kun)






