Magetan (beritajatim.com) – Belakangan muncul banyak keluhan dari mitra Pertamina pemilik Pertashop terkait pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mengeluhkan kerugian akibat volume BBM yang dikirim Pertamina menggunakan truk berkurang 15-30 liter.
Berkurangan volume tersebut kerap terjadi saat pengiriman BBM dari Depo Pertamina ke Pertashop dilakukan malam hari.
Sales Branch Manager Pertamina Wilayah Magetan-Ngawi, Hamdan Abdurrahman, angkat bicara. Dia menyatakan para pemilik Pertashop dapat mengadukan masalah ini ke Pertamina.
“Untuk kirimnya kurang dari kuantitas bisa diklaim ke Pertamina. Caranya dengan menampilkan bukti after dan before untuk stick pengukuran di mobil tangki lalu dikirimkan buktinya juga. Setelah dikirim ke kami, akan kami evaluasi penggantian uang tunai,” kata Hamdan, Sabtu (16/07/2022).
Hamdan menjelaskan terdapat batas toleransi yaitu 3 liter. Jika kurang dari batas tersebut maka tidak akan diganti dengan uang tunai. Tetapi jika kiriman berkurang lebih dari 3 liter akan diganti Pertamina.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pertamina”]
“Yang jelas klaimkan saja bila merasa kurang volumenya. Akan kami ganti dengan uang tunai, syarat klaim seperti di atas,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya berjanji menindak sopir truk jika terbukti mengurangi kuantitas volume tangki. Mulai dari sanksi administrasi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Silakan rekam saja pakai smartphone apabila mendapati sopir mobil tangki yang berbuat tidak benar, pengurangan volume atau biasa disebut kencing. Pasti akan kami tindak,” tegasnya.
Hamdan tak memungkiri, penggelapan BBM melibatkan oknum yang tidak bertanggung jawab baik di internal Pertamina maupun eksternal.
“Untuk itu kami ajak masyarakat untuk turut serta mengawasinya. Mulai dari distribusi hingga pemanfaatannya,” pungkas Hamdan. [fiq/beq]






