Surabaya (beritajatim.com) – Bunga tidur atau biasa disebut dengan mimpi merupakan sesuatu hal alami yang terjadi ketika kita tidur. Tapi, tentu saja ada yang bingung kenapa ada yang bisa bermimpi dan ada yang tidak.
Faktanya, ada beberapa penelitian yang mengatakan jika mimpi adalah bagian dari proses informasi dan emosi seseorang. Namun, apa saja yang menjadi penyebab seseorang bermimpi, belum banyak yang mengetahuinya. Berikut ulasannya.
Kreativitas
Saat kita bermimpi akan membantu untuk memecahkan masalah dengan kreativitas yang meningkat. Khususnya seorang seniman kemungkinan sering muncul ide brilian saat sedang bermimpi.
Hal ini karena mimpi membawa kita ke alam bawah sadar yang diinginkan tanpa adanya batasans sehingga kita dapat mengeksplorasi potensi dengan lebih bebas.
Bentuk dari Representasi dari keinginan
Bermimpi ketika tidur menjadi bagian dari representasi keinginan. Faktanya, mimpi sebenarnya bukan hanya tentang keinginan, tapi motivasi dan proses berpikir dalam alam bawah sadar seseorang.
Cara Seseorang Merefleksikan Hidup
Ada beranggapan bahwa mimpi merupakan cerminan dari kehidupan nyata. Pernyataan ini mendapatkan dukungan dari hipotesis kontinuitas. Walaupun, mimpi tidak menunjukkan efek langsung dari insiden dalam hidup tapi terbagi menjadi beberapa bagian berbeda.
Proses membangun memori atau ingatan
Dalam pemrosesan informasi, mimpi membantu seseorang memproses data dan ingatan sebelumnya. Beberapa ahli mimpi mengatakan jika mimpi dapat meningkatkan daya ingat dan membantu seseorang menyaring ingatan ingin disimpan atau dibuang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mimpi”]
Sarana dalam memproses informasi
Mimpi dapat dijadikan sebagai alasan untuk memproses informasi. Teori mimpi teori mimpi aktivasi-sintesis dari J. Allan Hobson dan Robert McCarley mengakui hal itu. Bahkan dalam teori ini mengatakan fase REM (rapid eye movement) ketika tidur memicu kerja amigdala dan hippocampus di otak.
Dari keduanya akan muncul impuls listrik sehingga membantu dalam menyusun pikiran acak, ingatan, visual, dan kejadian yang muncul dari mimpi.
Kemudian, saat bangun dari tidur, otak aktif mulai mengumpulkan informasi sehingga membentuk narasi yang kohesif. Tentu saja, ini mempermudah seseorang memahami informasi dari mimpinya. (PRD/ian)






