Ponorogo (beritajatim.com) – Penerangan Jalan Umum (PJU)Bundaran kecil yang berada di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ponorogo atau pojokan Alun-alun dibongkar beberapa waktu lalu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo berencana menggantinya dengan lampu yang lebih artistik.
“Seminggu lalu, bunderan dan PJU yang berada di pojokan alun-alun atau depan Dinas PMD dibongkar total,” ungkap Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Ponorogo, Kamsun, Jumat (15/7/2022).
Pun, ukuran bundaran akan dibuat sama dengan diameter sekitar 2 meteran. Juga dibuat lebih ramping dilengkapi dengan rambu-rambu yang jelas.
Sebab, selama ini pengendara dibuat bingung apakah harus memutari bunderan untuk belok. selama ini rambunya tidak terlihat jelas.
Penggantian bunderan dengan PJU itu juga akan mempertegas aturan lalu lintas di simpang tiga pojokan alun-alun. Oleh sebab itu, DLH Ponorogo berkoordinasi dengan Satlantas Polres Ponorogo.
Ke depan, pengendara yang lewat itu, harus memutari bundaran PJU. “Nanti bundaran ada pengamannya. Rambu-rambunya dibuat jelas, kita sudah lakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Ponorogo,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
Menurut Kamsun, lampu artistik yang dimaksud adalah penjor. Desainnya sama persis dengan PJU di median Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto.
“Lampu penjornya sama dengan yang ada di Jalan HOS Cokro,” katanya.
Tinggi PJU nantinya sekitar 6-7 meter. Selain menyala, tiang PJU juga disertai tulisan.
Tingkat keterangan lampu akan lebih terang PJU yang sedang dibangun dari pada yang dulu. Sebab, tiangnya juga ikut menyala.
Bulan ini, pembangunan ditarget selesai. Dia berharap pada gelaran Grebeg Suro nanti, lampu tersebut sudah bisa menyala.
“Pembangunan PJU baru dianggarkanRp 180 juta. Akan lebih terang, karena tiangnya nanti juga menyala,” pungkasnya. [end/beq]






