Ponorogo (beritajatim.com) – Kegiatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi sehat di Kabupaten Ponorogo terus dilakukan. Salah satunya vaksinasi kepada 103 sapi yang berada di Desa Nglewan Kecamatan Sambit. Tak hanya petugas vaksinator dan inseminator, kegiatan itu juga dimonitoring oleh Polsek Sambit.
Kapolsek Sambit AKP Sutriatna, menyampaikan untuk kegiatan vaksinasi PMK di Desa Nglewan, dibagi menjadi dua tim. Dua tim itu nantinya akan langsung melakukan vaksinasi ke 103 sasaran. “Pelaksanaan vaksinasi PMK ke kandang pemilik ternak sapi, yang merupakan warga Desa Nglewan,” kata Kapolsek Sambit, Senin (11/7/2022).
Seperti jumlah sasaran, pelaksanaan vaksinasi PMK, dosisnya juga 103 dosis. Menurut Sutriatna, kegiatan vaksinasi berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Warga pun tidak ada penolakan terkait vaksinasi PMK terhadap sapinya tersebut. “Tidak ada penolakan dari warga yang memiliki sapi sehat,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit-PMK”]
Di tempat terpisah, penyekatan mobilisasi hewan untuk pencegahan PMK masih terus dilakukan di Kabupaten Ponorogo. Penyekatan dilakukan di Desa Biting Kecamatan Badegan. Dalam penyekatan tersebut, melibatkan petugas gabungan dari instansi terkait. Yakni diantaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, Dishub) serta Dipertahankan Kabupaten Ponorogo.
Kapolsek Badegan Iptu Agus Wibowo mengatakan, penyekatan dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi keluar masuknya pengiriman hewan ternak dari daerah lain masuk ke wilayah Kabupaten Ponorogo.
Menurutnya, petugas di lapangan harus ketat dan teliti terhadap setiap mobil yang melintas. Apabila ditemui kendaraan bermuatan hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing untuk diarahkan ke posko pemeriksaan. Jika sang sopir tidak bisa menunjukan surat keterangan sehat dari Dinas terkait terkait hewan tersebut, maka kendaraan itu harus putar balik. “Harapannya hewan ternak yang diperjual belikan di pasaran terhindar dari wabah PMK,” pungkas Iptu Agus Wibawa. (end/kun)






