Lamongan (beritajatim.com) – Demi mempertajam lini serang dalam mengarungi Liga 2 musim 2022-2023, Persela Lamongan memboyong mantan striker Timnas Indonesia Marinus Manewar.
Pemain yang musim lalu turut mengantarkan Persis Solo promosi ke Liga 1 tersebut telah resmi diperkenalkan sebagai ujung tombak Laskar Joko Tingkir, sejak Kamis (7/7/2022) kemarin.
Menurut Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal, kesepakatan antara Marinus dengan Persela ini terjadi setelah tim asal Kota Soto ini melakoni laga uji coba versus Deltras Sidoarjo pada akhir pekan lalu. Tetapi, Fariz mengungkapkan kalau Marinus merupakan striker yang diburu sejak lama.

“Komunikasi dengan Marinus sudah saya lakukan cukup lama ya, sekitar 3 atau 4 minggu-an. Kemudian setelah main di Sidoarjo kemarin, saya langsung ketemu Marinus di Sidoarjo. Di situ saya ada pembicaraan serius dan kemudian tercapai kesepakatan,” kata Fariz, saat dikonfirmasi, Jumat (8/7/2022).
Dengan hadirnya Marinus, kini Fariz berharap kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Marinus dapat memberikan angin segar dan membuat Persela mampu tampil gemilang agar mendapatkan tiket promosi ke Liga 1.
“Mudah- mudahan Marinus menambah ketajaman lini serang kita dan dengan pengalamannya di Timnas juga bisa membawa Persela kembali ke Liga 1,” harapnya.
Sementara itu, Marinus Manewar dalam konferensi persnya mengatakan bahwa dirinya cukup senang bisa menjadi bagian dari Persela Lamongan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela-lamongan”]
Oleh sebab itu, pria berusia 25 tahun ini bertekad untuk memberikan kemampuan terbaiknya kepada Laskar Joko Tingkir.
“Harapan saya bisa lebih baik di sini (Persela) dan bisa membantu Persela kembali ke Liga 1,” tuturnya
Sekadar informasi, sebelum di Persis Persela, Marinus juga telah membela klub ternama Tanah Air, yaitu Persis Solo, Persipura Jayapura dan Bhayangkara FC.
Hadirnya Marinus Manewar menambah kekuatan Persela untuk mengarungi Liga 2 musim ini, yang sebelumnya juga telah mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Zulham Zamrun, Imam Arif Fadillah hingga Ngurah Nanak. [riq/but]






