Lumajang (beritajatim.com) – Dalam waktu 2,5 bulan United Tractors Group (UT) mampu menuntaskan pembuatan 100 unit hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru, di Lumajang. Aksi UT ini mendapat acungan jempol dari Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.
Thoriq menyebut United Tractors Group Lembaga Swadaya Masyarakat yang realisasi pembangunan huntara paling cepat dalam jumlah yang paling besar.
“Ini akan menjadi penyemangat untuk warga agar kembali melanjutkan kehidupan korban erupsi Semeru,” bebernya.
Tak hanya itu saja Thoruq juga berterima kasih pada UT dan jajarannya yang juga akan melakukan pembangunan Sekolah Dasar (SD) untuk anak-anak korban erupsi Semeru.
“UT salah satu perusahaan yang tanggap saat kami membutuhkan bantuan. Saat ini total rumah yang harus dibangun Pemkab Lumajang adalah 1.591 unit. Adapun jumlah hunian tetapnya sudah selesai, saat ini tinggal hunian sementara sebagai rumah tambahan,” akunya.
“Dari jumlah itu tinggal 300an rumah. Jadi bahasanya kalau dulu huntara sekarang rumah hampir permanen. Karena ada 1.600an keluarga yang dimasukkan secara bertahap,” tambahnya.
Menurut majemen UT, penyerahan ini merupakan bagian dari program CSR UT di bidang kebencanaan yang bertujuan untuk mewujudkan komitmen dalam meningkatkan dan mengembangkan kapasitas masyarakat terdampak bencana Erupsi Gunung Semeru.
“Kami sengaja terjunkan karyawan kami sendiri untuk terjun langsung. Kami juga telah menyiapkan kurikulum pendidijan untuk anak-anak agar tak putus sekolah,” ucap Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro di sela penyerahan.
Kegiatan ini, kata Iwan, dimulai sejak 6 Desember 2021 dan dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama yaitu fase tanggap darurat bencana, UT Group menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai, sembako, obat-obatan, terpal dan juga selimut, serta membangun posko kesehatan dan dapur umum.
Selain itu, UT Group juga mendatangkan lima unit alat berat berupa ekskavator, dan single drum rollers untuk membantu proses evakuasi korban, land clearing, dan proses pemadatan material (tanah, pasir, batu) dalam konstruksi jalan.
Pada fase kedua UT Group membangun sarana sekolah darurat di beberapa titik, fasilitas MCK di dua titik, serta membangun tempat tinggal bagi para korban dengan sistem huntara sebanyak 100 unit.
Iwan mengatakan pembangunan 100 unit huntara dimulai sejak Februari hingga Juni 2022 yang difokuskan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
“UT Group berharap agar bantuan yang telah diberikan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat dan Lumajang dapat segera pulih seperti sedia kala,” katanya.
Komisaris PT. United Tractors Tbk, Djoko Pranoto mengatakan komitmen United Tractors dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat ini merupakan bentuk bisnis berkelanjutan perusahaan untuk mengedepankan implementasi ESG.
Tujuan perusahaan merupakan kontribusi nyata untuk terciptanya nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan masyarakat Indonesia.
“United Tractors secara sadar mengetahui pentingnya implementasi ESG, karena tujuan perusahaan untuk bergerak bersama-sama tertuang dalam prinsip kami Moving as One. Sehingga UT berkomitmen untuk dapat hadir sebagai perusahaan yang mewujudkan bisnis berkelanjutan,” tandasnya.[rea]






