Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menggelar Student Inbound. Program internasional ini dihelat untuk memperkenalkan para dokter dunia untuk mengenali beragam penyakit yang timbul di kawasan tropis.
Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Budi Santoso, mengatakan program ini diikuti 17 dokter muda dari beberapa negara di Eropa. Mereka tertarik menambah wawasan akan dunia medis, terutama di negara-negara yang beriklim tropis khususnya Indonesia.
“Calon-calon dokter dari negara dua musim bisa menambah wawasannya terkait perbedaan kasus penyakit di negara tropis. Apa yang ada di sini (Indonesia) berbeda dengan kasus-kasus dari negara asalnya,” ungkap Budi, dalam keterangan tertulis.
Program praklinik ini digelar selama satu bulan ini akan mengikuti pembelajaran dari 5 departemen di FK Unair. Mulai dari Departemen Obygn, Departemen Penyakit Dalam, Departemen Pediatric, Departemen Bedah dan Departemen Anatomi Histologi.
“Apa yang mereka pelajari di sini adalah tentang Tropical Disease dan Infectious Disease seperti Malaria dan penyakit lainnya yang tidak banyak terjadi seperti di negara Laura (Spanyol,red) disana lebih banyak kasus terkait penyakit-penyakit generatif dan metabolik,” tukasnya.
Salah satu peserta Student Inbound dari Spanyol, Laura Munoz, mengatakan program ini adalah kesempatan yang bagus dan menarik untuk calon-calon dokter dari negara dua musim. Mereka bisa belajar keragaman penyakit antara negara tropis dan sub-tropis.
“Pada dasarnya kita tidak akrab dengan penyakit-penyakit tropis, kita tahu dan mempelajari penyakit negara tropis tetapi itu hanya dari buku dan jurnal-jurnal, jadi kami bisa langsung melihat dan mempelajarinya secara langsung di sini,” Munoz yang menjadi mahasiswi tahun ke-5 di Internal Medicine Valencia University.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Terlebih lagi, Laura mengatakan bahwa dia akan membagikan pengalamannya mempelajari kasus-kasus penyakit dari negara tropis ketika kembali ke Spanyol dan berencana kembali lagi ke Indonesia untuk memperdalam keilmuannya.
“Kesempatan ini adalah kesempatan yang baik, ada kemungkinkan saya kembali lagi ke Indonesia untuk mempelajari (tropical disease, red) lebih lanjut mungkin sebagai mastering yang akan kerjakan nanti. Selain mempelajari penyakit-penyakit tropis, saya juga ingin mempelajari budaya indonesia,” tukasnya. [adg/beq]







