Gresik (beritajatim.com) – Imbas bangunan pasar desa tak selesai. Puluhan pemuda asal Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Gresik, habis kesabarannya. Mereka geram karena bangunan tersebut tak kunjung selesai.
Warga mendatangi kios pasar yang belum selesai itu. Dimana kondisinya, sejak dibangun 2020 malah mengalami retak-retak padahal belum digunakan.
Bangunan yang menelan ratusan juta rupiah itu hingga sekarang belum bisa digunakan. Karena itu, warga yang protes meminta pertanggungjawaban kepala desa.
Mereka masuk satu persatu bangunan kios. Melihat kondisi yang memprihatinkan pemuda menendang tembok, melempar papan anggaran di buang ke luar.
“Kami melakukan aksi ini sebagai pemuda kartar ingin mengetahui bentuk fisik bangunan yang tidak layak. Lihat saja kondisi temboknya retak-retak, ada dugaan dana dikorupsi,” ujar
Wahyu Ketua Kartar Desa Sooko, Rabu (06/7/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecamatan-wringinanom-gresik”]
Sementara itu, Ketua Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat Aris Gunawan juga menunjukkan foto bangunan kios pasar ke polisi. Menurutnya, bangunan pasar dikerjakan asal-asalan dan tidak kunjung tuntas.
“Proyek kios bangunan pasar ini mengunakan dana Silpa, setelah kita cek bangunannya tidak layak, seharusnya tahun 2022 sudah selesai. Dugaan korupsi menguat kita sudah laporkan ke Tipikor Polres Gresik,” pungkasnya. (dny/ted)






