Jember (beritajatim.com) – Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember, memilih berangkat sendiri ke Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, bersama dua kawannya dan seorang sopir, daripada ikut rombongan VIP Bupati Hendy Siswanto, Sabtu (2/7/2022).
“Kita mampir ke warung sate Pak Toha dulu,” kata Halim kepada dua kawannya. Kelaparan, ia menyantap sate kambing dan sup kaki kambing yang sedap, sebelum tegang menyaksikan pertandingan final sepak bola Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII antara Jember melawan Kabupaten Pasuruan.
Halim pernah menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember pada masa pemerintahan Bupati MZA Djalal dan awal pemerintahan Bupati Faida. Ia paham betul makna sekeping medali emas sepak bola bagi masyarakat Jember.
Macetnya jalan menuju Lumajang yang sebenarnya hanya berjarak dua jam dari pusat kota Jember membuat Halim terlambat masuk stadion. Dia baru bisa duduk bersama tamu-tamu VIP di tribun barat saat pertandingan dihentikan wasit karena penonton meluber ke sisi timur lapangan.
“Ternyata antusiasme publik Jember sangat tinggi. Kapasitas Stadion Semeru yang hanya tujuh sampai delapan ribu penonton tidak bisa menampung hampir 10 ribu penonton dari Jember,” kata Halim.
Halim sudah memprediksi Jember bakal menang tipis dengan selisih satu gol. Prediksi itu terbukti. Jember menang 1-0 dengan gol yang dicetakj Richard Arbed Anderson pada menit 90+2. “Performa tim sepak bola Jember mulai dari babak penyisihan, perempat final, semifinal, dan final ada peningkatan, mulai dari skill hingga kedewasaan,” katanya.
“Tapi yang paling mengesankan dari pertandingan semalam adalah semua bersatu untuk Jember. Tidak ada perbedaan. Kalau menyangkut kepentingan Jember, ternyata keinginan membela nama baik daerah sangat tinggi,” kata Halim.
Halim bukan satu-satunya anggota DPRD Jember yang hadir di stadion malam itu. Kendati baru pulih dari sakit, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi juga datang langsung ke stadion untuk mendukung anak asuh M. Rofiq.
“Pertandingan semalam sangat menegangkan dan berimbang. Dua tim tidak mudah menembus pertahanan lawan. Ini final yang sangat menghibur dan ideal. Kemenangan benar-benar ditentukan oleh detail kecil dalam permainan,” kata Itqon.
Sebagaimana Halim, Itqon terkejut melihat antusiasme warga Jember. “Mereka datang jauh-jauh dari Jember ke Lumajang. Ini sangat berkesan. Setelah dua tahun lebih bergelut dengan pandemi, tak ada keramaian,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepak-bola-porprov”]
Itqon tergetar merasakan atmosfer pertandingan final itu. “Luar biasa atmosfernya membuat bulu kuduk saya berdiri, membuat saya terharu dan tercengang. Sepanjang 90 menit suporter dua tim tidak berhenti mendukung,” katanya.
Itqon bangga dengan prestasi yang ditorehkan tim sepak bola Jember. “Perjalanan menuju tidak final. Seluruh tim sudah mempersiapkan diri dengan maksimal, karena setelah pandemi dua tahun, inilah momentum yang ditunggu-tunggu kita semua,” katanya.
“Medali emas sepak bola di perhelatan apapun adalah yang paling prestisius, ditunggu-tunggu siapapun. Saya melihat masa depan cerah dari talenta-talenta pemain muda Jember. Mereka maksimal umurnya 22 tahun,” kata Itqon.
“Saya berharap Pemkab Jember agar pemain-pemain muda kita ini diasah kemampuannya, diikutkan training kalau memungkinkan. Pokoknya jangan disia-siakan, karena sulit mendapatkan talenta-talenta muda yang punya daya juang dan mentalitas juara,” kata Itqon. Dia berterima kasih kepada pelatih dan pemain tim sepak bola Jember yang sudah mempersembahkan medali emas.
Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan juga merasakan ketegangan final malam itu. “Pertandingan seru dan wasit adil. Kami bangga kepada para pemain Jember yang sudah bersusah payah hingga menit terakhir,” katanya. [wir/suf]






