Jakarta (beritajatim.com) – Blok Andaman II ternyata menyimpan potensi temuan minyak dan gas bumi yang menarik. Hal itu terungkap setelah Premier Oil selaku operator melakukan pengeboran satu sumur di Wilayah Kerja Migas tersebut.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Sutjipto, mengatakan potensi ini sangat diminati big player. Big player yang dimaksud adalah BP, yang memang serius menggarap Blok Andaman II.
“Ini menarik, kenapa? BP serius masuk ke Andaman II, BP sebagai big player,” ujar Dwi melalui keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).
Dwi mengatakan Premier Oil baru mengebor satu struktur. Sementara terdapat 10 struktur di Blok Andaman II.
Dia berharap dengan kegiatan produksi di Blok Andaman II dapat segera dimulai. Dengan begitu, fasilitas di Kilang LNG Arun bisa kembali beroperasi secara penuh setelah beberapa tahun kurang optimal.
“Hopefully kalau benar ini ada giant discovery kita punya infrastruktur yang sudah ready di sana mudah-mudahan bisa menghidupkan Arun lagi,” kata Dwi.
Sebagian besar fasilitas di Arun tidak beroperasi lantaran pasokan gas di sekitarnya menyusut. Sehingga temuan sumber gas di wilayah Aceh ini diharapkan dapat menghidupkan fasilitas-fasilitas tersebut.
Untuk diketahui, Premier Oil telah melakukan pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 pada Selasa (10/5/2022). Sumur eksplorasi ini terletak di WK Andaman II, 150 km sebelah utara Kota Lhokseumawe, dengan kedalaman dari permukaan laut 4.236 ft.
[berita-terkait number=”3″ tag=”SKK-Migas”]
Pengeboran eksplorasi ini untuk menguji dan mengevaluasi potensi kandungan gas yang terdapat pada struktur Timpan di bagian barat WK Andaman II. Sumur Timpan-1 sendiri di bor secara vertikal menggunakan anjungan pengeboran Drill Ship West Capella.
Sementara itu, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia, Hudi Suryodiporo mengatakan SKK Migas dan KKKS mengajak perguruan tinggi bekerjasama guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja Industri Hulumigas.
“Kami akan meneruskan program Goes To Campus untuk mencari dan menerangkan program hulumigas di kalangan kampus,” kata Hudi.
Hal Senada juga disampaikan Kepala SKK Migas, Dwi. Menurut Dwi, tantangan mencari migas semakin besar untuk itu harus didukung kemampuan SDM yang menjadi persyaratan mutlak, tidak hanya kemahiran teknologi, namun juga kemampuan berinovasi.
“Berpikir out of the box untuk melakukan kegiatan secara massif, agresif dan efisien dan masukan yang konstruktif untuk membangun Industri Hulu Migas,” kata Dwi.
SDM memegang peranan yang strategis sebagai enabler dan strategic partner, terutama ditengah kondisi Hulu Migas yang sedang berusaha memenuhi target produksi migas nasional. [beq]






