Jember (beritajatim.com) – Sherif Juniar Artyanto, pelatih tim sepak bola wanita Lamongan, gemas dengan kekalahan anak-anak asuhnya 0-1 dari Kabupaten Banyuwangi, dalam semifinal Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Selasa (28/6/2022).
“Saya masih belum ikhlas dengan gol Banyuwangi. Saya ingin tanding lagi melawan Banyuwangi. Kami kurang beruntung sajalah. Seandainya kami bertanding lagi, kami masih berani. Di beberapa lini, kami memang masih harus belajar lagi. Namun kalau ada event lagi, kami berani melawan Banyuwangi lagi,” kata Sherif.
Tak ada yang salah dari taktik Lamongan. “Pemain tengah sudah saya beri tugas untuk melakukan high pressing. Bagaimana caranya pemain tengah kami bisa menekan pemain tengah lawan, sehingga bisa menyuplai bola ke depan untuk mencetak gol. Kalau tidak bisa, mau tidak mau, kami butuh bantuan pemain belakang untuk membuka area pertahanan Banyuwangi,” kata Sherif.
Sherif memuji kinerja trio Armita Dwi Oktaviani, Florita Safitri, dan Aida Elly Noor Angesti. “Mereka luar biasa. Posisi sayap dengan tugas yang sangat berat mau tidak mau pasti kelelahan. Target bupati adalah medali emas. Jadi kami harus bekerja keras,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sepak-bola-putri-porprov”]
Kini Sherif berharap Lamongan bisa menyapu bersih medali perunggu saat berhadapan dengan Bondowoso. “Saya berharap doa warga Lamongan. Pak Bupati sekarang berada di Mekah, naik haji. Karena emas tidak diperoleh, mau tidak mau medali perunggu harus didapat. Kami juga minta dukungan dari warga Jember,” katanya.
Regina Ayu Mutiara Samudra, kapten Lamongan, menegaskan, mental pemain harus dijaga menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga. “Itu kunci utamanya. Kedua, kondisi fisik harus dijaga dan energi bisa kembali,” katanya. [wir/but]






