Surabaya (beritajatim.com) – Sampah menumpuk padati bantaran sungai Asemrowo. Ini membuat Yayasan Wings Peduli bersama pemerintah memasang lima “trash boom” atau penghalau sampah di lima aliran sungai wilayah setempat, masing-masing Sungai Endrosono, Mrutu, Kali Tebu, Pogot serta Sungai Asemrowo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, ditemui di Asemrowo, Surabaya, Selasa mengatakan, penghalau sampah itu merupakan bantuan Yayasan Wings Peduli, dan dipasang dengan tujuan untuk menampung sementara sampah agar tidak mencemari dan membebani muara sungai.
Lima aliran sungai yang dipasangi trash boom, juga merupakan saluran air besar di Kota Surabaya, yang berada di lokasi padat penduduk, dan menjadi salah satu sumber sampah konsumsi.
“Dengan pemasangan trash boom diharapkan dapat memudahkan pemeliharaan daerah aliran sungai (DAS), sekaligus menjadi langkah antisipatif penumpukan sampah di muara, yang dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran serta banjir,” kata Agus.
Agus mengatakan selain memasang trash boom, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya juga akan menyiagakan empat petugas yang dibagi ke dalam dua shift, sehingga bisa selalu mengangkut sampah yang terkumpul ke dump truck.
“Kami juga pastikan, akan secara rutin melakukan pembersihan dan perawatan trash boom, minimal dua pekan sekali untuk menjaga fungsi trash boom tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Wings Peduli, Oucky Hertanto mengaku siap selalu membantu Pemkot Surabaya untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di DAS.
[berita-terkait number=”4″ tag=”DAS”]
Oucky menjelaskan, pemasangan trash boom tersebut merupakan kelanjutan dari aksi bersih-bersih sungai yang digelar 25 Maret 2022.
“Jadi bagi kami untuk mengatasi sampah di sungai bukan sekadar melalui langkah sporadis, namun juga perlu strategi preventif. Salah satunya memasang trashboom atau penjebak sampah. Selain memudahkan pengambilan sampah, juga bisa menyortir sampah,” katanya.[rea]






