Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola wanita Kabupaten Jember akhirnya mengakhiri babak penyisihan Grup A Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII di kandang sendiri Stadion Notohadinegoro, dengan kemenangan, Minggu (26/6/2022).
Anak asuhan Denny Aryanto itu mengalahkan Gresik 3-0. Dua gol dicetak sang kapten Maharani Juwita Putri pada menit 16 dan 24. Gol lainnya dicetak Sheila Chintya Maulidia Putri pada menit 35.
Dengan kemenangan ini, maka Jember menduduki peringkat ketiga Grup A dengan nilai tiga, dan agregat gol 4-8. Sementara Gresik menahbiskan diri sebagai tim juru kunci dan lumbung gol dengan nilai nol dan agregat gol 0-26.
Juara Grup A diraih Kota Malang yang bermain imbang 2-2 dengan Kabupaten Banyuwangi. Kota Malang mengemas 7 angka dengan agregat gol 18-2. Sementara Banyuwangi menduduki posisi kedua dengan nilai 7 dan agregat gol 17-3. Keduanya lolos ke semifinal.
“Saya rasa anak-anak sudah bisa menunjukkan bahwa Jember tidak bisa diremehkan. Minimal kami tidak jadi juru kunci grup. Saya bangga dan puas. Mudah-mudahan di event berikutnya, kami bisa tampil lebih maksimal,” kata Denny.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim-2022″]
Denny mengatakan, tak ada yang perlu dievaluasi lagi dari performa tim sepak bola wanita Jember. Mereka sudah memastikan diri tak lolos semifinal. “Minimal ke depan persiapannya lebih matang, dan kami akan cari sisi-sisi lemah tim. Kami akan cari pemain lagi seiring berjalannya waktu,” katanya.
Maharani Juwita berharap teman-temannya tetap bersemangat kendati gagal meraih medali. “Jangan putus asa. Kita bisa berlatih sampai kapanpun,” katanya.
Maharani mengharapkan sepak bola wanita lebih diperhatikan. “Jangan meremehkan sepak bola putri. Kami bakal bisa berlatih terus-menerus dan menunjukkan ke warga Jember kalau kami bisa,” katanya.
Sementara itu, pelatih Gresik Donny Fakhruddin mengatakan, pada menit-menit awal seharusnya anak asuhnya mendapat hadiah penalti. “Ada hands ball. Kalau itu penalti dan masuk, mungkin lain lagi ceritanya,” katanya.
Donny mengakui jika persiapan timnya kurang. “Hanya dua bulan,” katanya.
Usai porprov, menurut Donny, tim akan tetap dipertahankan. “Tim ini tetap ada, karena anak-anak masih SMP dan SMA. Diharapkan dalam waktu satu tahun, tidak ada yang kembali ke klubnya. Kami akan bina dan jadikan komunitas sepak bola wanita di Gresik. Untuk sepak bola di SSB (Sekolah Sepak Bola) kami akan giatkan lagi,” katanya. [wir/ted]






