Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola wanita Kabupaten Gresik benar-benar menjadi bulan-bulanan dalam penyisihan Grup A Pekan Olahraga Provinsi VII Jawa Timur, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember.
Setelah tim sepak bola wanita Kota Malang menggilas Lilik Khisbiyah dan kawan-kawan dengan skor 13-0, giliran Kabupaten Banyuwangi memberondongkan 10 gol tanpa balas ke gawang Gresik, Rabu (22/6/2022). Dengan demikian total 23 gol sudah bersarang ke gawang Gresik.
Pemain depan Innes Aditiyah mengawali pesta gol Banyuwangi pada menit 1, dan kembali mencetak gol pada menit 71. Sang kapten Natasya Kumala Astri mencetak trigol pada menit 34, 48, dan 69. Intan Eka Santi mencetak dua gol pada menit 15 dan 41.
Sherly Arista Putri Rahmawati mempertebal rekening gol Banyuwangi pada menit 37 dan Peni Maisaroh pada menit 52. Agustina Rindi Yani yang masuk pada babak kedua menggenapi kemenangan Banyuwangi 10-0 pada menit 75.
“Kami pada saat latihan kurang. Imbasnya pada saat bertanding, untuk 45 menit kedua, anak-anak kelelahan. Karena memang anak-anak ini masih SMP, dan SMA hanya beberapa anak. Mereka disiapkan untuk porprov dua tahun mendatang,” kata Nizamul Muluk, asisten pelatih Gresik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Nizamul mengakui hampir semua lini tim Gresik lemah. “Ada tiga pemain senior, tapi tidak bisa,” katanya
Sektor terlemah adalah posisi penjaga gawang. Nizamul tidak sempat melakukan seleksi. Ia merekrut penjaga gawang yang memang mau bermain untuk tim. “Tidak ada pembinaan intensif di Gresik. Dari sini, masyarakat Gresik bertanya: kok bisa kalah. Akhirnya mereka tahu, Kalau tidak seperti ini, tidak akan tahu. Kok kalah? Akhirnya peduli, akhirnya dibicarakan, diviralkan. Akhirnya ada yang peduli dan mau membantu,” katanya.
Dalam pertandingan terakhir melawan tuan rumah Jember, para pemain Gresik akan bermain habis-habisan. “Ini sebagai ajang latihan mental. Kami harus kasih target: menang. Target kami awal adalah juara. Kalau tidak, ya paling tidak lolos grup, atau memenangi pertandingan, atau bisa main fight, itu sudah pembelajaran bagi anak-anak,” kata Nizamul. [wir/but]






