Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola Kabupaten Jember melayangkan surat protes kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur, karena ada indikasi penggunaan pemain tak sah oleh tim sepak bola Kota Malang, dalam pertandingan Grup C Pekan Olahraga Provinsi VII di Stadion Notohadinegoro, Jember, Jumat (17/6/2022).
Pemain yang terindikasi tidak sah itu adalah penjaga gawang bernomor punggung 20, Surya Rizky Saputra. Berdasarkan data-data yang dimiliki tim Jember, pemain tersebut bukan warga Kota Malang, melainkan Kota Batu.
Padahal dalam Surat Keputusan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Nomor 426/2019 tentang Atlet Peserta Porprov Jatim VII ditegaskan, porprov hanya diikuti atlet hasil binaan kabupaten/kota dan telah menjadi penduduk kabupaten/kota setempat sejak tanggal keputusan itu ditetapkan pada 15 Juli 2019. Ini dibuktikan dengan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.
Sementara itu pada pasal 23 dalam buku panduan sepak bola untuk Porprov VII Jatim ditegaskan, perpindahan KTP dan atau kartu keluarga hanya bisa dilakukan sebelum 15 Juli 2019. Bukti-bukti yang dimiliki tim Jember menunjukkan bahwa Surya tidak pernah pindah domisil ke Kota Malang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepak-bola-porprov”]
Manajer tim Jember Try Sandi Apriana meminta semua pihak mengikuti regulasi yang ada. “Saya selalu berharap panitia menjalankan fair play seadil-adilnya. Apapun untuk regulasi KONI Jatim maupun Asosiasi Provinsi Jatim kami berharap semua mendapat perlakuan yang setara,” katanya.
Surat protes itu secara prosedural akan dibahas Majelis Dewan Hakim Porprov VII Jatim. Hasil keputusan tersebut nantinya harus ditindaklanjuti Panitia Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur dengan mengeluarkan keputusan resmi.
Sementara itu, dalam pertandingan antara Kota Malang melawan Kabupaten Jombang, Senin (20/6/2022), nama Surya sudah tidak ada di daftar susunan pemain Kota Malang. Malang menurunkan Ahmad Maulana F sebagai penjaga gawang inti dan Sheva Kharisma di bangku cadangan. “Lebih baik daripada diprotes begitu, kami tidak mainkan,” kata Edi Sudiarto, pelatih Kota Malang.
Menurut Edi, sebenarnya saat pertandingan prakualifikasi porprov tidak ada persoalan. “Kalau ada temuan begitu ya itu urusan manajemen KONI Jember dan KONI Kota Malang. Kalau pelatih kan ya main saja,” katanya. [wir/suf]






