Mojokerto (beritajatim.com) – RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto terus mengembangkan metode dalam tindakan medis. Salah satunya metode Phaco Emulsifikasi dalam operasi katarak.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyaksikan secara langsung penggunaan metode tersebut pada operasi katarak dan bibir sumbing yang digelar rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyelenggarakan berbagai kegiatan di antaranya operasi katarak dan operasi bibir sumbing gratis.
“Operasi katarak gratis yang dilakukan di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo sudah menggunakan alat yang super canggih, yang bernama phaco. Sehingga tidak perlu lagi menggunakan sayatan, pisau dan jahitan,” ungkap Ning Ita, Rabu (15/6/2022).
Operasi dijalankan dengan metode sederhana dipadu alat canggih. Sehingga tidak terjadi luka pada mata pasien.
Ning Ita menjelaskan proses operasi hanya memakan waktu 15 menit untuk satu pasien. Pasca-operasi katarak, pasien tidak merasakan sakit dan mata cukup ditutup selama 24 jam.
“Setelahnya perban sudah bisa dibuka, pasien sudah bisa melihat secara normal. Itu kecanggihan alat yang dimiliki oleh RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo termasuk dengan operatornya para dokter spesialis mata yang sangat sabar dalam melayani pasien,” jelasnya.
Pada kegiatan operasi katarak dan bibir sumbing ini, Pemkot Mojokerto mengerahkan seluruh tenaga medis profesional yang ahli pada bidangnya. Mulai dari dokter spesialis mata dan dokter spesialis estetik untuk bibir sumbing, demi hasil yang memuaskan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Kota-Mojokerto”]
“Untuk operasi bibir sumbing, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto, RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo memiliki dokter spesialis bedah estetik. Dokter spesialis bedah estetik tersebut merupakan satu-satunya di Kota Mojokerto. Hasil operasi bibir sumbing terlihat halus dan cantik,” katanya.
Bibir sumbing menyangkut terkait estetika wajah. Untuk operasi bibir sumbing, pemerintah daerah memfokuskan pada anak usia dini. Dimana, ada dua pasien berusia 10 bulan dan lima tahun, yang mengikuti operasi bibir sumbing. Sedangkan untuk operasi katarak, ada delapan pasien yang mengikuti operasi katarak gratis tersebut.
“Untuk katarak ini tidak semuanya lansia, ada yang masih usia 40-an juga sudah ikut dalam operasi katarak gratis ini. Semuanya tidak dipungut biaya sama sekali, kalau bibir sumbing memang kita upayakan menjaring pasien yang masih usia anak-anak supaya dampak dari bibir sumbing itu bisa segera diminimalisir ketika masih usia dini tidak masuk kategori usia dewasa,” tegasnya.
Operasi katarak dan bibir sumbing gratis bagi warga ini, merupakan rangkaian event dalam rangka merayakan HUT Kota Mojokerto ke-104. Selain operasi katarak, masih akan ada rangkaian kegiatan sosial lainnya untuk warga kota. Seperti, cek kesehatan gratis, donor darah dan masih banyak lainnya. [tin/beq]







