Ponorogo (beritajatim.com) – Hasil tidak akan menghianati usaha. Ya, pernyataan itulah yang saat ini sedang dialami oleh Muhammad Wildan Tamami. Berkat ketekunannya dalam belajar, siswa kelas 12 di SMAN 1 Ponorogo itu, berhasil diterima di tiga perguruan tinggi ternama di luar negeri.
Yakni di University of British Columbia dan University of Toronto di negara Kanada serta yang ketiga di Nanyang Technologi of University di negara Singapura. Meski diterima di tiga perguruan tinggi sekaligus, namun dirinya harus memilih satunya. Dan pilihannya jatuh pada Nanyang Technologi of University. “Ya akhirnya pilihan saya jatuh ke Nanyang Technologi of University di Singapura,” kata Muhammad Wildan Tamami, Senin (13/6/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”beasiswa”]
Diterimanya putra kedua dari pasangan Muhammad Zainuri dan Suprapti, di kampus luar negeri itu, karena dirinya terpilih untuk mendapatkan beasiswa Indonesia Maju dari Kemendikbud Ristek RI. Sehingga seluruh biaya Wildan dalam menimba ilmu di kampus di Singapura itu nantinya bakal dibiayai oleh negara. Tentu ini menjadi suatu prestasi membanggakan untuk orangtua dan sekolah, ditempat Wildan selama ini menimba ilmu di tingkat SMA.
Wildan yang beralamat di Desa/Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo itu dapat tawaran beasiswa untuk kuliah di luar negeri itu cukup kaget. Pasalnya dirinya tidak pernah kepikiran untuk study di luar negeri, apalagi mendapatkan beasiswa. “Gak nyangka, dulu kayak nggak pernah kepikiran buat kuliah di luar negeri,” kata Wildan.
Hal itu cukup beralasan untuk Wildan, sebab orang tuanya hanya seorang pegawai perangkat desa dan disela-sela pekerjaannya mengabdi di desa, juga bertani. Mungkin tidak mampu untuk menyekolahkan ke luar negeri. Namun, kuasa Tuhan berkata lain, berkat ketekunannya dalam belajar, Ia mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri. “Pas dapat tawaran beasiswa ya cukup kaget, apalagi beasiswa untuk kuliah di luar negeri,” katanya.
Tawaran beasiswa Indonesia Maju itu bukan sekonyong-konyong didapatkan begitu saja oleh Wildan. Ternyata untuk mendapatkannya dengan menguras tenaga dan pikiran. Bagaimana tidak, yang mendapatkan tawaran beasiswa itu adalah pelajar yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten hingga tingkat nasional.
Dalam perlombaan itu, Ia harus bersaing dengan 150 ribu siswa unggulan sekolah di seluruh Indonesia. Wildan akhirnya mampu meraih medali emas. Bahkan dirinya mendapatkan penghargaan absolut winner di perlombaan bidang kebumian yang diadakan oleh Kemendikbud Ristek RI. “Yang mendapatkan beasiswa biasanya mereka yang mengikuti OSN tingkat nasional. Alhamdulillah, saya dapat tawaran beasiswa itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Ponorogo Supiyan mengungkapkan bahwa Wildan memang pantas untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri. Sebab, menurutnya Wildan memang memiliki kemampuan akademik diatas rata-rata. Hal itu terbukti dari nilainya yang selalu berada di peringkat pertama swjak kelas 10.
“Wildan ini pada mata pelajaran ujian nasional yakni bahasa Indonesia, matematika, fisika, kimia, biologi dan bahasa Inggris dia itu paralel 1 untuk jurusan IPA,” ungkap Supiyan.
Saat ini Wildan tengah berkonsentrasi untuk mengikuti les bahasa Inggris. Itu dilakukan supaya nanti dirinya mudah berkomunikasi jika sudah berada di Singapura. Sebab, rencananya pada pertengahan bulan Juli nanti dirinya sudah harus berangkat ke negara bekas jajahan Inggris itu. (end/kun)






