Jember (beritajatim.com) – Isu bahaya khilafah dan intoleransi masih terus didengungkan oleh Ganjarist di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai alasan utama untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi calon presiden.
Ketua Ganjarist Jember Agus Hadi Santoso melihat pihaknya sedang berhadapan dengan bahaya laten khilafah dan intoletansi dalam Pemilu 2024. “Hari ini yang memungkinkan bisa mengantisipasi gerakan itu adalah Ganjar. Apa buktinya? Seluruh aparatur sipil negara di Jawa Tengah hari ini menandatangani pakta integritas untuk tidak melakukan tindakan intoleransi. Hanya Jawa Tengah yang nelakukan itu,” katanya, Minggu (5/6/2022).
Penandatanganan pakta integritas itu dinilai Agus merupakan prestasi Ganjar, sekaligus membantah pernyataan politisi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan yang mempertanyakan prestasi sang gubernur. “Kenapa Kok Trimedya mempertanyakan keunggulan Ganjar? Lho itu yang paling mendasar. Itu juga prestasi. Jadi naif kalau Trimedya menyatakan Ganjar tak punya prestasi. Itu capaian luar biasa, yang lain belum ada yang berani,” kata Agus.
Sebagaimana dilansir sejumlah media massa, Trimedya mempertanyakan kinerja Ganjar selama jadi gubernur Jateng. “Ganjar apa kinerjanya delapan tahun jadi gubernur, selain main di medsos? Apa kinerjanya?” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ganjar-pranowo”]
Kendati diserang, Agus menegaskan, Ganjarist tetap akan memperjuangkan pemenangan Ganjar. “Kami terus bergerak. Dapat dana dari mana? Yang kami tahu, di daerah, yang memang urunan sak koncoan (patungan pertemanan, red), untuk konsumsi, beli kaos. Sampai hari ini belum ada donatur di daerah. Bahkan kami tersendat dalam melakukan konsolidasi. Jika tak punya uang, kami diam,” katanya.
“Kami slow. Kalau ada teman yang punya uang, menyumbang untuk konsumsi pertemuan, ya kami jalan. Kami bergerak untuk Ganjar untuk menjaga bangsa dan negara ini dari rongrongan khilafah,” kata Agus. [wir/but]






