Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto dalam memberikan solusi kepada para peternak. Menyusul jelang Idul Adha, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih mengintai.
Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah mengatakan, hampir satu bulan di Kabupaten Mojokerto terjangkit wabah PMK. “Sehingga kita harus mencarikan solusi diantaranya adalah aplikasi marketplace Tumbas yang sebenarnya punya Disperindag,” ungkapnya usai Sosialisasi Penjualan Ternak Secara Online di Kantor Kecamatan Mojoanyar, Selasa (31/5/2022).
Karena aplikasi sudah siap, masih kata Nurul, sehingga pihak yang menyiapkan data peternak yang ada di Disperta disampaikan ke Disperindag. Dengan adanya aplikasi tersebut cukup direspon baik oleh para peternak karena memang enam pasar ternak di Kabupaten Mojokerto ditutup sejak sebulan lalu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
“Di Dinas Pertanian kan ada Bidang Peternakan dan Bidang Kesehatan Hewan. Bidang Peternakan yang mempunyai data para peternak ini yang memberikan sosialisasi bahwa marketplace Tumbas ini sangat diperlukan dan sangat membantu para peternak. Sedangkan untuk Bidang Kesehatan Hewan adalah yang mempunyai fungsi mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan,” katanya.
Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) tersebut, lanjut Nurul, yang diperlukan oleh para peternak dalam melaksanakan jual beli ternak. Di samping ada aturan penyekatan mobilisasi hewan ternak, peternak juga harus membawa SKKH. Sehingga aplikasi tersebut cukup membantu menyiapkan solusi bagi peternak jelang Idul Adha.
“Aplikasi ini sangat membantu kami di Dinas Pertanian dalam menyelesaikan beberapa solusi untuk menyiapkan Idul Adha yang hanya kurang satu bulan, sangat singkat waktunya sebenarnya. Makanya hari ini kita melakukan sosialisasi kepada para peternak, saya berharap aplikasi ini benar-benar membantu para peternak dalam menjual hewannya,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Nurul, diharapkan para peternak maupun pembeli tidak rugi karena penjualan dilakukan secara langsung kepada pembeli. Sementara pihak Disperta hanya mendampingi dengan mengeluarkan SKKH. Jumlah kesembuhan hewan ternak di Kabupaten Mojokerto yang terjangkit wabah PMK terus mengalami peningkatan.
“Yang sakit juga ada, cuman sudah tidak terlalu tapi kita masih punya PR yang sakit. Hewan ternak yang sakit sebanyak 1.198 ekor, yang sembuh 1.265 ekor, mati 30 ekor, jual paksa 20 ekor dan potong paksa sebanyak 15 ekor. Di Kabupaten Mojokerto juga sekarang menyerangnya di sapi peras dan kambing. Iya obat masih menitip, kita hanya berikan vitamin C. Hasil rakor segera digelontor dari provinsi,” tegasnya.
Pihaknya berharap sinergi semua pihak dalam penanganan wabah PMK di Kabupaten Mojokerto terutama jelang Idul Adha bisa membuat para peternak dan masyarakat tenang dan tidak panik saat menjual hewan ternaknya. Karena untuk membuka enam pasar ternak di Kabupaten Mojokerto masih harus dilakukan evaluasi dari pimpinan salam hal ini Bupati Mojokerto. [tin/kun]






