Surabaya (beritajatim.com) – Kasih sayang orangtua tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Mereka bahkan nekat menantang bahaya untuk menunjukkan rasa cintanya kepada buah hati.
Apa yang dilakukan seorang ayah dari Australia bisa menjadi contoh nyata. Dia nekat bertarung melawan buaya demi mendapatkan kembali topi anaknya.
Dikutip dari Indiatimes.com, pertarungan antara ayah nelayan dan buaya tertangkap kamera. Semuanya berawal ketika binatang sepanjang empat meter itu mencari ikan barramundi untuk makan siang.
Buaya raksasa itu menemukan ikan di ujung pancing di perairan Chaills Crossing di Kakadu, Australia. Alih-alih membiarkan buaya memakan ikan yang kebanyakan orang akan lakukan, pria itu malah menarik ikan tersebut dan membuat membuat buaya marah.
Nelayan ini, Scott Roscarel, menolak untuk melepas ikan itu. Dia menarik kail hingga ikan itu terseret ke daratan.
Buaya itu mengikuti arah ikan bergerak hingga naik ke beton di tepi sungai. Setelah tidak lagi berada di dalam air, buaya itu akhirnya melompat mundur setelah menyadari sudah mengambil risiko besar.
Namun, ketika Scott melompat ke belakang dan secara tidak sengaja menendang topi putranya ke dekat monster sepanjang empat meter itu. Apa yang terjadi selanjutnya, mengejutkan semua orang.
Pria itu melompat ke depan buaya untuk mendapatkan kembali topi anaknya. Dalam video tersebut, seseorang terdengar berteriak “biarkan dia mengambilnya”, mungkin merujuk pada ikan daripada topi. Syukurlah, buaya itu mundur kembali ke air, meninggalkan ikan dan topi anak itu.
View this post on Instagram
Dia mengatakan kepada berita lokal, “Saya harus menanganinya. Saat ikan itu mengenai tepi penyeberangan, ia melompat dan tali tersangkut di depan penyeberangan. Saya memiliki adrenalin sebanyak itu, saya tidak terlalu banyak berpikir. Aku menyadari betapa dekatnya buaya itu dan aku mundur.”
“Saya mematahkan tongkat saya dalam proses dan mendapatkan ikan tepat waktu.”
Namun, sebenarnya putranya paling tidak peduli tentang topi itu. Dia memberi tahu ayahnya bahwa dia memiliki 15 topi di rumah tetapi hanya memiliki satu ayah.
Setelah beberapa saat, nelayan itu senang bahwa seluruh rekaman adalah petualangannya dan ayahnya dan betapa dia bahagia bahwa ayahnya aman dan sehat. (adg/beq)






