Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Ponorogo, Dinas Pendidikan (Dindik) setempat melakukan analisa terhadap sekolah yang tahun sebelumnya tidak terpenuhi pagunya.
Apakah nantinya akan dilakukan perampingan dan pengurangan pagu. Atau malah didorong untuk bergerak, supaya masyarakat tertarik menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. “Kita lakukan analisis, diberikan kesempatan untuk memenuhi pagu sampai berapa atau di dorong digerakkan untuk masyarakat tertarik ke sekolahnya,” kata Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, Sabtu (14/5/2022).
Pengurangan pagu yang terlalu banyak juga dilematis. Sebab, nantinya juga berdampak kepada guru-guru yang mengajar di sana. Sehingga mendekati PPDB ini, benar-benar dianalisis satu per satu SMP yang tahun lalu belum terpenuhi pagunya. Entah itu hasilnya akan dikurangi atau akan didorong sekolahnya untuk bergerak.
Lebih lanjut, kata Nurhadi ke depan pihaknya bakal membuat semua sekolah itu favorit. Dimana sekolah favorit adalah sekolah yang diminati oleh masyarakat. Jadi stigma sekolah favorit hanya ada di dalam kota saja, itu yang harus dihapuskan. “Dengan semua sekolah favorit tentu nantinya akan ada kompetisi yang positif dalam layanan pendidikan,” ungkapnya.
Semua lembaga pendidikan, dalam hal ini ditingkat SMP, SD hingga TK, didorong kepala sekolah hingga guru-gurunya memiliki inovasi untuk mengunggulkan sekolahnya tersebut. Dengan begitu, setiap sekolah memilik layanan dan keunggulan yang berbeda-beda. Termasuk juga keunggulan dalam pembentukan karakter peserta didiknya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ppdb-ponorogo”]
“Bisa saja nanti ada sekolah yang unggul dari segi kewirausahaannya. Semua sekolah menjadi unggul dengan inovasi-inovasinya,” kata mantan guru di SMPN 1 Babadan itu.
Dengan potensi yang harus terus dikembangkan di setiap sekolah, Nurhadi berharap ke depan Ponorogo memunculkan sekolah-sekolah yang hebat. Bisa bersaing dengan sekolah lain, baik itu ditingkat provinsi atau tingkat nasional.
“Potensi-potensi yang lain juga harus dikembangkan, sehingga Ponorogo nanti melahirkan sekolah-sekolah yang hebat, yang bisa bersaing dengan sekolah lain di tingkat provinsi maupun Indonesia,” pungkasnya. [end/suf]






