Gresik (beritajatim.com)– Imbas maraknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Gresik. Aparat penegak hukum setempat turun ke bawah (Turba) melakukan penyemprotan fogging. Pencegahan ini dilakukan serentak mulai dari Polsek hingga Mako Polres.
“Akhir-akhir ini banyak kasus DBD dari nyamuk aides aegypti, makanya kami melakukan fogging,” ujar Kapolres Gresik AKBP M.Nur Azis, Jumat (13/05/2022).
Perwira menengah Polri itu menuturkan, ada tiga petugas kesehatan serta dibantu petugas lainnya secara bergantian melakukan fogging. Mereka menggunakan dua alat dalam untuk melakukan penyemprotan. “Kita jadwal secara bergantian dalam melakukan fogging supaya penyebarannya tidak meluas,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”DBD”]
Kasus DBD ini, secara perlahan mulai meningkat. Untuk itu, aparat penegak hukum tersebut kontinyu melakukan fogging. “Bila ada kasus ini tentunya kita mengantisipasinya dan berkordinasi dengan dinas kesehatan,” ungkap Aziz.
Merebaknya kasus ini kata dia, dirinya menghimbau kepada anggota anggotanya dan jajaran serta masyarakat sering melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Memberantas jentik-jentik nyamuk dengan 3 M. Yakni rutin menguras, mengubur dan menutup penampungan air.
“Jangan sampai kasus DBD menjadi kejadian luar biasa. Pencegahan dini sangat penting dengan melakukan metode 3M. Menguras, mengubur, serta menutup penampungan air. Sebab, ketiganya itu sangat efektif mencegah penyakit ini,” tandasnya. [dny/kun]






