Bojonegoro (beritajatim.com) – Sales Operation Regional III PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara (SOR III) telah menyalurkan gas bumi untuk kebutuhan 151.027 pelanggan dengan total volume 126 BBTUD, Senin (9/5/2022).
Adapun sebagian besar pelanggan PGN merupakan pelanggan Rumah Tangga sebanyak 150.450 pelanggan, 576 merupakan segmen komersial dan industri serta terdapat 1 SPBG. Jumlah tersebut tersebar di wilayah tinjauan area SOR III PGN meliputi Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Semarang, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik, Blora, Probolinggo, Magelang dan sekitarnya.
General Manager SOR III PGN Edi Armawiria menjelaskan bahwa kebutuhan gas pelanggan industri dalam periode sekitar H-7 lebaran memang cenderung menurun, namun demikian PGN tetap menjaga stabilitas dan reliability penyaluran gas sehingga seluruh pelanggan tetap dapat terpenuhi kebutuhan gasnya.
Selama Periode Low Demand Lebaran, PGN terus berupa melakukan optimasi pola operasi di jaringan distribusi dan transmisi maupun upaya perkuatan infrastruktur salah satunya adalah membangunan pipa jumperline Tambak Lorok-Tambak Rejo, hal ini membawa dampak positif di mana pasokan dan pasar Jawa Timur-Jawa Tengah dapat diintegrasikan.
“Kami memastikan bahwa kegiatan operasional gas bumi berjalan aman selama libur idulfitri dan pelanggan dapat terlayani dengan baik,” ujar Edi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bojonegoro”]
Sementara bKomite BPH Migas, Wahyudi Anas saat melakukan kunjungan ke PGN SOR III pada (28/4/2022) mengungkapkan bahwa BPH Migas turun ke lapangan dalam hal memastikan penyediaan bahan bakar dan gas bumi untuk rumah tangga, pelanggan kecil maupun SPBG di Jawa Timur terpenuhi.
Kunjungan difokuskan langsung dengan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan gas bumi di kelompok masyarakat. “Kita tinjau dari sisi hulu, kebutuhan gas selama Libur Lebaran (RAFI 2022), masih dapat terpenuhi dan ada beberapa industri yang libur lebaran sehingga alokasi untuk pelanggan kecil, rumah tangga dan BBG semua terjamin aman dan tidak ada pengurangan,” ujar Wahyudi dalam kesempatannya.
Operasional di Jawa Timur untuk sektor jargas, pelanggan kecil dan BBG menjadi prioritas. Dikarenakan sektor tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tekanan operasi pada jaringan pipa yang dibutuhkan cukup rendah, sehingga dipastikan kondisi ini semua akan terjamin.
“Kami tadi mengunjungi dan memastikan bahwa layanan gas di Rusun Penjaringan dan usaha UMKM Kampung Kue di Rungkut – Surabaya terlayani dengan baik. Meski saat ini Jawa Timur mengalami gangguan pasokan atau shortage dari sisi hulu, sektor rumah tangga tetap terjamin keamanan gasnya,” imbuh Komite BPH Migas, Abdul Halim. [lus/beq]






