Ponorogo (beritajatim.com) – Sosialisasi pelarangan menerbangkan balon udara tanpa awak yang selama ini dilakukan Polres Ponorogo nampaknya diindahkan oleh masyarakat bumi reyog. Lebaran kali ini, masyarakat yang menerbangkan balon sudah sangat berkurang. Meski masih ada, namun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.
Menurut pantauan wartawan beritajatim.com, Polres Ponorogo setiap pagi terus melakukan operasi balon udara. Balon udara yang keliatan terbang di udara terus dipantau oleh petugas. Hal itu dilakukan, karena jika balon itu mulai jatuh bisa segera diamankan oleh petugas kepolisian. Dengan begitu, balon tersebut tidak menjatuhi rumah warga. Sudah ada beberapa balon yang sempat terbang, akhirnya bisa diamankan oleh warga.
[berita-terkait number=”5″ tag=”balon-udara”]
Untuk menekan masyarakat yang menerbangkan balon udara itu, Kapolres Ponorogo AKBP. Catur Cahyono Wibowo beberapa waktu lalu melakukan sayembara. Dimana sayembara itu berisi pemberi informasi balon udara sebelum terbang, akan diberi reward atau penghargaan. Hal itu dilakukan, karena selama ini balon udara tanpa awak ini membawa petaka. Selain bisa membahayakan lalu lintas penerbangan, balon udara juga bisa menyebabkan kebakaran hingga petasan yang dibawa balon bisa meledak dan mengenai rumah warga.
“Dengan adanya sayembara ini, balon udara yang akan terbang segera bisa kita tangani. Nanti pemberi informasi akan kita berikan penghargaan,” pungkas AKBP Catur C Wibowo. (end/kun)






