Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mulai mendistribusikan zakat fitrah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamis (28/4/2022). Dengan total yang terkumpul untuk zakat senilai Rp95.590.000, sedangkan untuk infaq senilai Rp65.260.000.
Untuk total paket zakat fitrah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang disebarkan sebanyak 4.200 paket, yang disampaikan kepada mustahiq 18 kecamatan yang mana masing-masing desa terdapat 10 mustahiq yang menerima. Pendistribusian digelar di pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengapresiasi kepada anggota KORPRI Kabupaten Mojokerto dan Baznas dapat melakukan kewajibannya sebagai umat muslim di penghujung bulan suci Ramadan 1443 Hijriah. “Kita masih diberikan kesempatan untuk produktif melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita masing-masing,” ungkapnya.
Dan hak tersebut merupakan tugas dan tanggungjawab dari Baznas Kabupaten Mojokerto dalam melaksanakan fungsinya untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sodaqoh para donatur kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto yang berhak menerimanya. Donatur utamanya adalah anggota KORPRI Kabupaten Mojokerto.
“Kita akan memakai data base yang menjadi tanggungjawab dari Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto untuk membuat data base yang dapat diverifikasi di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) supaya kita tahu setiap orangnya atau setiap anak yatimnya di Kabupaten Mojokerto yang betul-betul membutuhkan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga akan meminta peran serta seluruh masyarakat terutama pemerintah desa, dalam hal ini adalah Rukun Tetangga (RT). Selain itu, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini meminta agar dalam memberikan bantuan diutamakan yang terdekat.
“Terkait dengan infaq shodaqoh ini diutamakan yang terdekat dahulu jangan kemudian kita tidak tahu Shodaqohnya itu jauh-jauh sampai keluar pulau Jawa. Sementara saudara-saudara kita yang ada disekitar kita ada yang kesusahan. Diharapkan Baznas dapat ikut andil dalam pemerintahan,” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan Baznas agar betul-betul menjadi lembaga yang bisa membantu pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di Kabupaten Mojokerto. Baznas Kabupaten Mojokerto sendiri memiliki program berbuka bersama selama empat hari.
Agenda berbuka tersebut bersama dengan kaum dhuafa, yakni terdapat 2.400 nasi kotak yang rencananya akan dibagikan kepada para penerima. Turut hadir mendampingi Bupati yakni Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko. [tin/beq]






