Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah dua tahun ada larangan mudik karena pandemi Covid-19, tahun ini pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik lebaran. Diperkirakan euforia masyarakat untuk mudik pasti sangat luar biasa.
Tentunya, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus menyiapkan pelayanan sebaik-baiknya. Supaya perjalanan mudik dan baliknya bisa aman, lancar dan tentunya bahagia. “Jalur mudik di Kabupaten Ponorogo sudah dipetakan. Ada jalur jalan nasional, provinsi dan kabupaten,” kata Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, Minggu (24/4/2022).
Untuk pengamanan jalur, katanya, sudah dikoordinasikan mulai dari pemkab setempat melalui dinas terkait serta TNI dan Polri. Jamus juga mengingatkan pemudik yang lewat jalur Ponorogo, untuk mewaspadai titik-titik yang berpotensi terdampak tanah longsor. Untuk rawan longsor yang pertama di perbatasan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek, yakni di Desa Pangkal.
“Untuk antisipasi itu, instansi terkait sudah menyiagakan alat berat jika sewaktu-waktu ada longsor. Selain itu juga menambah rambu-rambu peringatan agar pengendara yang mudik bisa lebih meningkatkan kewaspadaan di area potensi longsor tersebut,” katanya.
Kedua, jalur mudik yang berpotensi terdampak longsor adalah jalur arah Ponorogo-Pacitan, tepatnya di Desa Wates, Kecamatan Slahung. Di desa tersebut, ada 2 titik rawan longsor. Usai longsor beberapa waktu lalu, tanahnya belum sepenuhnya stabil, jadi dimungkinkan sewaktu-waktu bisa terjadi longsor.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mudik-2022″]
Meskipun begitu, Pemkab Ponorogo juga sudah berkoordinasi dengan UPT Bina Marga Jatim yang ada di Madiun. Mereka juga sudah menyiagakan alat berat berikut personel yang berjaga-jaga di wilayah itu. “Jadi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, penanganannya bisa cepat. Sehingga tidak terlalu menghambat masyarakat yang sedang mudik,” ungkap mantan Kepala Dinas PUPKP tersebut.
Menurut ramalan cuaca, kata Jamus, awal Mei nanti yang juga bertepatan dengan lebaran Idulfitri 1443 H sudah memasuki awal kemarau. Sehingga memasuki bulan Syawal itu potensi curah hujan harusnya jauh berkurang. “Dengan berkurangnya curah hujan, potensi longsor juga menjadi turun,” harapnya. [end/suf]






