Banyuwangi (beritajatim.com) – Lapas Kelas IIA Banyuwangi menjalin kolaborasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Puskesmas Mojopanggung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan vaksinasi booster. Vaksinasi ini menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang belum mendapat booster Covid-19.
“Ini merupakan perwujudan dari langkah nyata Lapas Kelas IIA Banyuwangi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Wahyu Indarto, Sabtu (23/4/2022).
Menurut Wahyu, vaksinasi booster ini merupakan kegiatan vaksinasi booster lanjutan. Karena sebelumnya, Lapas Kelas IIA Banyuwangi menggandeng Kodim 0825/Banyuwangi dan Dinkes Banyuwangi.
“Baik petugas maupun WBP diharuskan mendapatkan vaksinasi booster. Hal ini merupakan ikhtiar bersama untuk memberikan perlindungan diri agar terhindar dari penyakit Covid-19,” terangnya.
Wahyu berpesan agar seluruh petugas dan WBP Lapas Kelas IIA Banyuwangi agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.
“Pelaksanaan vaksinasi booter lanjutan ini adalah wujud nyata kita sebagai keluarga besar Lapas Kelas IIA Banyuwangi untuk mendukung program Pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran angka positif Covid-19. Hal ini juga sebagai proteksi diri masing-masing agar terhindar dari virus dan memilik tubuh yang sehat “ pungkas Wahyu.
Sementara itu, Badan Intelejen Negara (BIN) perwakilan Banyuwangi mengapresiasi terlaksananya vaksinasi booster ini bersama Lapas Kelas IIA Banyuwangi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Banyuwangi”]
“Kegiatan ini berjalan sukses, lancar dan tertib tanpa ada kendala yang berarti. Hasilnya sebanyak 73 orang petugas dan 258 orang WBP menerima vaksin booster. Ini kita lakukan karena baik petugas maupun WBP merupakan kelompok yang rentan terhadap penyebaran Covid-19,” terang Perwakilan BIN Kabupaten Banyuwangi Fajar.
Proses tahapannya, petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi mengisi formulir yaitu lembar skrinning yang sudah disediakan. Dilanjutkan pemeriksaan dasar yaitu pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang muncul pasca vaksinasi dosis ke 1 dan 2. Jika hasilnya dinyatakan sehat maka pemberian vaksinasi booster dilanjutkan dan diakhiri dengan observasi. (rin/beq)






