Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan pembongkaran terhadap jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Masjid Jami Baitul Amin lama dan masjid baru di Jalan Sultan Agung. Jembatan tersebut dinilai sudah lapuk sehingga membahayakan jika tetap digunakan.
Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengaku mendapat banyak teguran terkait keberadaan jembatan tersebut. Teguran muncul dari kiai dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya ditegur berkali-kali oleh Kiai Iqbal (Imam Besar Masjid Jami’ Al Baitul Amin KH Iqbal Ridwan) supaya lekas dibongkar, karena untuk Salat Jumat hanya di masjid Baitul Amin (baru),” ujar Hendy, Jumat (22/4/2022).
Sementara teguran dari Pemprov didapat Hendy tiga bulan lalu. Pemprov mengingatkan kondisi jembatan sudah sangat tidak layak karena tidak ada perawatan sejak dulu.
“Hampir 20 tahunan usianya. Jembatan ini kami bongkar dan tidak akan kami bangun lagi,” kata Hendy.
Pembongkaran jembatan dilakukan pada Rabu (20/4/2022) malam lalu. Proses pembongkaran berjalan relatif cepat sehingga tidak menimbulkan gangguan berarti.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bupati-Jember”]
“Dulu jembatan ini dibangun untuk menghubungkan masjid lama dan baru untuk salat Jumat,” kata Hendy.
Sebagai pengganti jembatan, Pemkab Jember akan membuat zebra cross bagi penyeberang jalan. “Kami kasih petugas Dinas Perhubungan agar terbiasa menyeberangkan orang dulu. Seperti di Jalan MH Thamrin, Jakarta, padat sekali, tapi bisa dengan zebra cross. Jembatan layang dihapus,” kata Hendy.
Dengan tidak adanya jembatan penyeberangan orang, menurut Hendy, alun-alun akan terlihat terbuka seperti dulu. Rencana ini juga bakal diterapkan di sejumlah jembatan penyeberangan di seluruh Jember.
Diharapkan dengan tidak adanya lagi jembatan penyeberangan, pemandangan di Jember bisa kembali dinikmati. Sehingga masyarakat bisa nyaman saat bersantai di tengah kota.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Hendy segera mengajukan program pembongkaran jembatan tersebut. Sehingga dalam waktu dekat, pembongkaran dapat dieksekusi dan jalanan di Jember jadi terbuka dan terasa luas.
“Rencana kami semua jembatan penyebarangan orang dibongkar semua, agar pemandangan kota Jember terlihat bagus. Pemandangan kota Jember yang sebenarnya. Kami akan program dulu,” kata Hendy. [wir/beq]






