Sumenep (beritajatim.com) – Memasuki pertengahan Bulan Ramadan, harga telur ayam ras di pasar tradisional Sumenep terus merangkak naik. Saat ini harga per kilonya berkisar Rp 25.000. Pekan lalu harga telur ayam ras Rp 23.000 per kg.
“Harga telur ayam ras memang mengalami trand kenaikan, seiring meningkatnya permintaan konsumen. Tapi kenaikannya masih bisa dibilang relatif wajar,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, Kamis (21/04/2022).
Sedangkan harga telur ayam kampung tidak mengalami perubahan, tetap Rp 48.000 per kg. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging. Harga daging sapi Rp 130.000 per kg, daging ayam broiler Rp 42.000 per kg, dan ayam kampung Rp 100.000 per kg.
[berita-terkait number=”5″ tag=”telur”]
“Meski harga komoditas daging pekan ini stabil, tetapi ini tergolong tinggi dibanding sebelum Ramadan. Biasanya semakin dekat ke Lebaran, harga daging akan semakin tinggi, karena permintaan juga melonjak,” ujarnya.
Sementara untuk komoditas cabai relatif stabil. Untuk cabai merah besar harganya Rp 32.000 per kg. Sedangkan cabai rawit tetap seperti awal pekan, Rp 25.000 per kg. “Demikian juga dengan harga bawang. Baik bawang merah maupun bawang putih, sama-sama stabil. Bawang merah Rp 26.000 per kg, dan bawang putih Rp 25.000 per kg,” paparnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional. Pemantauan harga dilakukan di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/kun)






