Madiun (beritajatim.com) – Satlantas Polres Madiun melakukan simulasi pengalihan arus dan cek jalur mudik di kawasan Kabupaten Madiun bagian selatan setelah dua tahun tak ada mudik lebaran, membuat kawasan Madiun diprediksi terjadi penumpukan kendaraan.
Jalur lalu lintas Madiun wilayah Selatan diprediksi crowded karena menghubungkan wilayah Madiun dan Ponorogo. Sesuai arahan Dirlantas Polda Jatim, Satlantas Polres Madiun mulai memetakan kawasan yang bisa jadi jalur alternatif jika jalur utama Jalan Raya Madiun Ponorogo terjadi penumpukan kendaraan.
”Kendaraan akan mulai dialihkan ke arah Desa Sangen Dagangan kemudian menuju ke Pasar Sliring Dagangan berlanjut ke perempatan Pasar Pintu Dagangan, hingga kemudian keluar ke jalur itama lagi lewat Pertigaan Sareng Kecamatan Geger,” kata Kasat Lantas Polres Madiun AKP Firman Widyaputra Lukman Sumaatmadji, Rabu (20/4/2022).
Dia memperkirakan saat ini bakal terjadi kenaikan jumlah kendaraan yang keluar masuk Madiun karena dua tahun sebelumnya tak ada mudik lebaran. Euforia warga tak akan terhindarkan.
Dia memprediksi H-3 lebaran pasti sudah terjadi kenaikan jumlah kendaraan. Meski begitu, dirinya tetap segera bersiap di pos pengamanan dan pos pelayanan sejak tanggal 23 April 2022 karena diperkirakan sudah ada yang mudik di tanggal itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lebaran-2022″]
Pengalihan arus bersifat tentative, artinya jika nanti kondisi penumpukan terpantau parah, maka akan segera dialihkan.
”Termasuk kami juga berkoordinasi dengan pihak PT JNK, untuk memperbanyak akses keluar daripada yang masuk ke tol di interchange Tol Dumpil. Sehingga, pergerakan kendaraan bisa lebih lancar,” kata Firman.
Dia mengimbau pada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati selama perjalanan utamanya saat mudik. Terutama bagi pengguna jalan tol agar tetap fokus berkendara karena rawan terjadi tabrak belakang akibat kurangnya konsentrasi pengendara.
”Jangan lupa tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang belum vaksinasi bisa menjalani vaksinasi di gerai yang ada di pos exit tol Dumpil dan Taman Asri,” pungkasnya. (fiq/ted)






