Surabaya (beritajatim.com) – belakangan ini beredar pesan berkaitan dengan pengaruh tumpukan email dengan emisi karbon hingga pemanasan global.
Pada edaran itu juga turut ada ajakan untuk rajin menghapus email yang ada di inbox. Ada spekulasi yang berpendapat jika email ini bisa menyebabkan kerusakan karena server yang menggunakan listrik.
Publik lantas bertanya-tanya, apa benar ada pengaruhnya antara email dan kerusakan di bumi? Hal ini lantas ditanggapi oleh pegiat keamanan digital Yerry Niko Borang.
Yerry Niko mengatakan, ada yang perlu dipahami bahwa email disimpan di komputer-komputer yang khusus dinyalakan 24 jam per server.
Sementara itu, server sendiri tak bisa hidup tanpa listrik. Server itu pun akan tergantung pada perusahaan pengelola. Bisa jadi, ada ribuan server di satu lokasi yang mana bukan hanya untuk menyimpan email tapi juga lalu lintas produk internet lainnya mulai dari website, koneksi video call, media sosial dan lain lain.
Pada intinya, kata Yerri Niko berkata jika email itu hanya satu bagian kecil yang berjalan di layanan server-server perusahaan ini.
Ia juga mempertegas bahwa media sosial justru lebih berpengaruh. Kata Yerry, pemakaian listrik untuk email malah jauh lebih sedikit daripada media sosial, misalnya Instagram dan TikTok.
Hal ini sebab yang disimpan di media sosial merupakan gambar dan video, sementara untuk email biasanya hanya teks. Yerry juga berkata jika penggunaan listrik ini tidak serta merta berpengaruh pada masalah ozon.
[berita-terkait number=”3″ tag=”aplikasi”]
Hal ini lebih menitikberatkan kepada sumber listriknya, pembangkit listrik apa yang digunakan pada setiap negara. Di Eropa dan Amerika Serikat misalnya, rata-rata lokasi server perusahaan IT sudah memakai energi hijau. Sehingga ini tidak berpengaruh pada lingkungan atau bumi secara umum.
Justru pembangkit listrik yang ada di Asia seperti China, India, juga Indonesia yang menggunakan batubara, berkontribusi menyebabkan polusi sehingga berpotensi merusak ozon.
Jadi bagi penduduk Indonesia atau beberapa kawasan di Asia, semakin banyak pemakaian listrik semakin pula berpengaruh pada kerusakan yang ada di bumi. (dan/ian)






