Surabaya (beritajatim.com) – Ada salah atau hal yang tidak sesuai sedikit saja langsung emosi, belum tau masalahnya emosi, semua mengandalkan emosi. Sehingga masalah jadi makin menumpuk bukan masalah bisa selesai.
Bagi Anda yang susah mengendalikan emosi, ternyata jika dicari tahu mendalam, itu semua bisa diperbaiki melalui self control. Self-control itu adalah kemampuan untuk mengatur, membimbing, dan mengarahkan tindakan ke arah yang positif untuk pengendalian emosi.
Dilansir dari dailymail ada 3 aspek yang biasa digunakan untuk mengukur self control pada diri individu sehingga bisa memiliki kemampuan mengontrol diri dengan baik. Berikut ini di antaranya:
Behavioral Control (Perilaku)
Kemampuan untuk mengendalikan diri saat mengalami situasi yang tidak mengenakkan. Behavioral control terbagi jadi dua unsur, yaitu kemampuan mengatur perubahan perilaku, juga kemampuan untuk mengatur praktik atau pelaksanaan.
Kemampuan mengatur perubahan perilaku adalah cara untuk mengetahui terjadinya kondisi yang tidak baik atau kurang menyenangkan dan mampu menyikapi secara baik.
Kemudian, kemampuan mengatur praktik atau pelaksanaan dapat yaitu untuk menata dan memutuskan siapa yang bakal mengendalikan keadaan atau kondisi kala itu.
Cognitive Control (Kognitif)
Kemampuan dalam mengendalikan diri untuk mengolah informasi yang tidak sesuai dan tidak diharapkan. Cara kerjanya yaitu informasi atau data yang dimiliki oleh individu, bisa memperhitungkan keadaan yang tidak baik atau tidak menyenangkan, lalu memberi tanggapan dengan melakukan pertimbangan.
Decisional Control (Keputusan)
Kemampuan untuk mengendalikan diri untuk menentukan pilihan dan memilih berbagai kemungkinan. Decision control ini bisa membantu individu dalam menetapkan pilihan, baik pada kesempatan maupun kebebasan individu tersebut guna memutuskan dan menetapkan berbagai kemungkinan perbuatan.
Manfaat dari self control dalam kehidupan sehari-hari bisa jadi pribadi yang disiplin. Di samping itu juga dapat bangun keharmonisan dengan orang lain.
Dengan self control juga akan memiliki inisiatif untuk diri sendiri dalam mengendalikan emosi. Lebih gampang dalam mencapai tujuan, bisa mengubah perspektif ketika mendapat konflik dengan sekitar, dan pastinya akan lebih bertanggung jawab. (dan/ian)






