Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memutuskan menunda sementara Festival Gajah Mada Street Night Sidoarjo Tempo Doeloe. Festival yang bakal melibatkan ratusan PKL dan UMKM itu tak jadi digelar sore ini sampai pemberitahuan lebih lanjut.
“Kami, dari pihak panitia sebelumnya menyampaikan permintaan maaf kepada warga Sidoarjo terkait penundaan acara Gajah Mada Street Night Sidoarjo Tempo Doeloe. Festival ini ternyata sangat luar biasa penyambutannya dari warga Sidoarjo, maka dari itu kami memutuskan mereview lagi beberapa ketentuan acara karena menyangkut kelancaran akses publik,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Sidoarjo M. Bahrul Amig, Sabtu (9/4/2022).
Bahrul Amig menyampaikan penundaan festival tersebut berkaitan dengan persiapan panitia yang akan mematangkan lagi konsep acara. Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat menyambut gelaran yang menyuguhkan jajanan dan suasana Sidoarjo tempo dulu, panitia menilai dibutuhkan persiapan yang lebih matang.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan itu menjelaskan ada beberapa ketentuan yang akan dikaji ulang. Di antaranya, pengaturan jam acara termasuk rekayasa lalu lintas.
“Apakah dimungkinkan dilakukan penutupan total karena Jalan Gajah Mada ini termasuk jalan nasional. Kemudian apakah nanti diberlakukan buka-tutup, seputar itu yang akan direview nanti,” tambahnya.
Merujuk konsep sekarang, kata Awig, sepanjang Jalan Gajah Mada mulai dari jembatan Buk Legi sampai Jasem ditutup dan bebas dari kendaraan bermotor mulai puul 15.00 WIB. Pengunjung yang boleh masuk hanya pejalan kaki dan pengendara sepeda saja.
“Desain awalnya selama berlangsung festival bebas dari adanya kendaraan bermotor agar para pengunjung lebih nyaman untuk jalan-jalan dan menikmati kuliner di sepanjang Gajah Mada. Selain itu, pengunjug bisa santai menikmati suasana Sidoarjo Tempo Doeloe. Bebas dari kendaraan bermotor selama berlangsung acara ini yang akan kita review,” imbuhnya.
Pengkajian ulang ditarget rampung dalam waktu satu sampai dua minggu ke depan. Pihak panitia memastikan acara tidak batal hanya saja ditunda.
“Festival tetap digelar, ini hanya ditunda sementara saja, dalam waktu dekat akan disampaikan hasil perubahannya,” pungkas Amig. (isa/beq)






