Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) mempersoalkan anggaran beasiswa Rp 25 miliar untuk jenjang perguruan tinggi. IKA-PMII menyebut program ini salah sasaran.
“Semestinya bukan diberikan kepada mahasiswa, melainkan lebih tepat untuk guru-guru honorer di sekolah swasta dalam lingkungan yayasan atau pesantren. Ini agar para guru honorer terbantu untuk dapat menempuh pendidikan profesi,” demikian IKA-PMII dalam saran tertulis kepada DPRD Jember untuk dimasukkan dalam rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2021.
Sutrisno, Sekretaris IKA-PMII menegaskan, guru honorer lebih berkontribusi terhadap pendidikan daripada mahasiswa. “Karena mereka setiap hari menjalankan tugas belajar-mengajar bagi anak-anak di Jember. Anggaran beasiswa lebih relevan diberikan kepada guru honorer mengingat kewajiban utama Pemkab Jember mengurusi pendidikan dasar yang menjadi tempat bekerja mereka,” katanya.
“Di samping itu, pemerintah tidak menempatkan pesantren sebagai entitas yang merupakan bagian dari sektor pendidikan. NU dan Muhammadiyah utamanya telah banyak menguraikan dan mengeluhkan masalah pendidikan, pesantren, dan guru ngaji,” kata Sutrisno.
Beasiswa untuk mahasiswa merupakan salah satu program kerja yang menjadi janji kampanye Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jember, Kamis (31/1/2022), Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid mengatakan, tahun lalu ada lima ribu mahasiswa yang menerima beasiswa dengan anggaran Rp 25 miliar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Pada 2021, dari kuota lima ribu mahasiswa penerima beasiswa, terpenuhi 4.760 orang. “Sebanyak 240 orang tidak terpenuhi. Terpaksa kami cut karena ada kesalahan entry dari perguruan tinggi. Tidak mungkin kami rekrut kembali karena guru dan perangkat desa maksimum S1. Tapi oleh perguruan tinggi dimasukkan S2. Kami cut sehingga ada kekurangan kuota 240 orang untuk guru dan perangkat desa,” kata Hamid.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelontorkan Rp 51,348 miliar untuk 10 ribu orang mahasiswa tahun ini. ““Lima ribu mahasiswa (yang menerima beasiswa rahun ini) merupakan kelanjutan dari beasiswa pada 2021, setelah melalui evaluasi. Nanti kami verifikasi dengan perguruan tinggi. Sementara yang lima ribu adalah perekrutan baru untuk 2022,” kata Nur Hamid. [wir/but]






