Pasuruan (beritajatim.com) – Ribuan guru honorer di Kabupaten Pasuruan dinyatakan tidak lolos seleksi PPPK Guru Tahun 2021. Wakil Bupati, Mujib Imron mengungkapkan dari 2.276 orang kuota PPPK guru di Kabupaten Pasuruan, hanya 1.229 guru yang lolos.
Dengan kata lain, separuh kuota PPPK guru di Kabupaten Pasuruan belum terisi. Akibatnya ribuan guru honorer masih mendapat upah minim dan kesejahteraan yang rendah.
“Ini jadi masalah di dunia pendidikan Kabupaten Pasuruan. Masih banyak guru honorer yang sudah lama mengabdi, tapi tidak lolos tes PPPK,” ujar Gus Mujib.
Gus Mujib membeberkan jika sebagian besar guru honorer yang tidak lolos PPPK sudah memiliki usia diatas 35 tahun. Selain tidak punya kesempatan untuk ikut CPNS, para guru honorer secara kognitif juga kalah bersaing dengan guru yang lebih muda .
“Untuk lolos PPPK, nilai passing gradenya antara 220 sampai 325 pada skala 500. Tapi hasil tes kemarin nilainya masih banyak dibawahnya. Sudah sulit karena faktor usia juga,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Oleh karenanya, Gus Mujib meminta pemerintah pusat agar bisa memprioritaskan nasib para guru honorer saat Rapat Dengar Pendapat Panja Formasi GTK-PPPK 2022 bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada Senin (04/04/2022) lalu. Salah satunya dengan menurunkan standart passing grade ujian seleksi PPPK guru.
Gus Mujib juga berharap masih ada penambahan nilai afirmasi sebesar 15 persen dari skor ujian bagi guru honorer yang sudah lama mengabdi.
“Seharusnya jangan dipukul rata untuk fresh graduate dengan guru yang mengabdi sudah belasan hingga puluhan tahun. Meskipun nantinya sudah ada penambahan afirmasi 15 persen dari skor,” pungkasnya. [ada/but]






