Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi menegaskan jika sepakbola adalah respect yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pemain sepakbola profesional, khususnya bagi skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Hal tersebut disampaikan disela kegiatan evaluasi tim bersama jajaran tim pelatih pasca mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, BRI Liga 1 Musim 2021/2022, Jum’at (1/4/2022) lalu. Sekaligus membahas seputar persiapan tim pada musim berikutnya.
Bahkan pria yang akrab disapa AQ, juga menekankan agar juru taktik berkebangsaan Brasil, memilih pemain yang memiliki attitude tinggi sebagai pemain sepakbola profesional, tentunya selain pemain dengan kemampuan fisik maupun skill.
[berita-terkait number=”4″ tag=”achsanul-qosasi”]
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih (Fabio Lefundes) tentang pemilihan pemain di musim depan, kepada pelatih kami juga mensyaratkan attitude harus menjadi pertimbangan,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Rabu (5/4/2022).
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga membahas secara detail seputar komposisi tim pada musim 2021/2022. Termasuk para ofisial juga dilaporkan secara detail dan akurat tanpa unsur fitnah, sekaligus kelebihan maupun kekurangan tim selama satu musim kompetisi.
“Pelatih berbicara tentang kebutuhan dan skema tim, kami berbicara tentang kehormatan dan marwah tim. Keduanya harus bertemu antara skil dan attitude, itulah yang disebut pemain profesional. Karena sepakbola adalah respect,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Dalam evaluasi hasil kompetisi musim 2021/2022, sekalugus persiapan menghadapi kompetisi musim 2022/2023, pihaknya membahas setiap detail pemain, mulai dari posisi, kerjasama, attitude, kebiasaan hingga spirit para pemain. Seluruhnya dibahas detail demi kepentingan tim, termasuk soal karir para pamain.
Seperti diketahui, pada kompetisi Liga 1 Musim 2021/2022. Madura United finish di posisi 10 besar klasemen akhir, yakni posisi 9 klasemen akhir dengan raihan sebanyak 41 poin dari total sebanyak 102 poin yang seharusnya mereka raih.
Hal tersebut tidak lepas dari hasil yang mereka raih dalam 34 laga yang dijalani, mereka hanya mampu memenangi pertandingan sebanyak 10 kali. Jauh lebih sedikit dibanding hasil imbang sebanyak 11 kali, serta 13 kali menelan kekalahan. Bahkan mereka miliki hanya surplus 2 gol dengan catatan memasukkan dan kemasukan sangat tipis. [pin/kun]






