Ponorogo (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pada Senin (4/4) siang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Ponorogo. Salah satu kegiatan mantan menteri pendidikan ini adalah meninjau rumah tangga miskin, stunting dan disabilitas di Desa Krebet Kecamatan Jambon. Di desa tersebut, Muhadjir mengunjungi beberapa rumah, selain rumah tangga miskin, ada anggota keluarganya yang retardasi mental atau penyandang disabilitas. Disana Ia juga mengecek bantuan dari Pemerintah, apa saja yang diperoleh rumah tangga miskin tersebut.
“Hasil tinjauan di Desa Krebet ini, ternyata tingkat penyandang disabilitas atau retardasi mental (keterbelakangan mental) cukup tinggi,” kata Muhadjir Effendy usai melakukan kunjungan ke rumah tangga miskin, Senin (4/4/2022) siang.
Dari laporan yang Ia terima, dibanyak wilayah di satu desa di Kecamatan Jambon ini, ada 85 orang yang mengalami retardasi mental. Keadaan seperti ini, menurut laporannya salah satu penyebabnya karena perkawinan. Dulu, banyak warga yang melakukan perkawinan inses atau sedarah.
“Proses penyebabnya salah satunya karena perkawinan inses. Menikahi masih ada garis keturunan atau tetangganya,” katanya.

Namu, kini keadaan sudah mulai berubah. Sudah banyak warga yang tidak lagi menikah dengan keluarga dekat atau tetangga. Melainkan minimal sudah di luar desa, bahkan di luar kecamatan. Untuk mengentaskan permasalahan ini, diperlukan kerja keras dari semua pihak. Beruntung di Desa Krebet kno, sudah ada lembaga kesejahteraan sosial, sehingga mereka para penyandang disabilitas itu diajari kerajinan. Sehingga membuat seseorang itu bisa lebih produktif.
“Dengan adanya layanan sosial dengan mengajarkan ketrampilan, membuat warga yang disabilitas ini bisa produktif. Mereka diangkat derajatnya didorong untuk mandiri dan setidaknya bisa setara dengan warga yang normal,” ungkap pejabat asal Kabupaten Madiun itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Muhadjir menambahkan dirinya turun langsung ke rumah-rumah tangga miskin ini, memang sudah menjadi tugasnya memastikan pelayanan dari kementrian yang dikoordinatori berjalan dengan baik. Seperti pada kesempatan kali ini, terkoordinasi dengan Kemensos dan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Tugas kita memang mengkoordinasi, kepada instansi-instansi terkait. Apakah program pemerintah selama ini sudah berjalan dengan baik atau belum,” pungkasnya. [end/but]






