Jember (beritajatim.com) – Jalan Muhammad Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sepanjang 2,8 kilometer dipenuhi ratusan lubang berbagai ukuran, mulai dari diameter 50 centimeter hingga satu meter lebih.
“Ini kondisi terparah di sekitar kawasan perkotaan Jember. Kalau sudah lewat sini, seperti naik perahu dengan ombak besar. Kita dilempar-lempar (saat berkendaraan motor),” kata Imam Bukhari, salah satu ketua rukun tetangga setempat, Minggu (3/4/2022).
Selain itu, menurut Imam, kondisi jalan tersebut sudah banyak menelan korban kecelakaan. “Tidak ada korban jiwa, tapi cukup parah,” katanya.
Imam berharap jalan itu segera bisa diperbaiki. “Di sini banyak gudang dan perkantoran yang menggunakan truk-truk besar atau mobil boks kontainer yang tonasenya luar biasa. Padahal ini jalan kelas III. Kendaraan dengan tonase besar seharusnya tidak boleh lewat sini,” katanya.
Imam mendukung Pemerintah Kabupaten Jember melakukan sosialisasi kepada para pemilik gudang dan perkantoran agar truk dan kendaraan tonase berat milik mereka tidak melewati jalan tersebut. “Agar mereka siap. Kalau tiba-tiba diputus tidak boleh lewat dan harus menyediakan kendaraan kecil untuk transportasi (dari terminal bongkar muat) ke gudang atau kantor tentu mereka akan kerepotan,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto menyempatkan diri mendatangi jalan tersebut, Minggu siang. Ia menyemprotkan cat warna putih ke bagian jalan berlubang sebagai penanda agar pengemudi kendaraan berhati-hati, dan berbincang dengan warga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Iwan, salah satu ketua karang taruna setempat mengatakan, gudang-gudang penyimpanan milik perusahaan di Jalan Muhammad Yamin berkontribusi besar terhadap perekonomian warga sekitar. “Kami minta perhatian dari Pak Bupati terkait solusi ini, karena truk yang lewat sini tidak seratus persen milik gudang-gudang di sepanjang Jalan Muhammad Yamin. Truk yang hendak ke Jalan Teuku Umar dan Imam Bonjol juga lewat sini,” katanya.
Menurut Iwan, dua tahun berturut-turut, warga menambal beberapa lubang jalan secara mandiri. “Alhamdulillah tahun ini sudah bisa dilaksanakan. Kami minta perhatian soal itu, karena ini menyangkut masalah sosial ekonomi masyarakat. Yang kami takutkan nantinya kalau terjadi sesuatu (terhadap gudang-gudang itu), malah bukan mengurangi kemiskinan tapi menambah pengangguran,” katanya.
Menjawab keluhan warga itu, Hendy menegaskan, solusi permasalahan di Jalan Muhammad Yamin tidak boleh merugikan salah satu pihak. “Kalau kita memperbaiki sesuatu, jangan merugikan yang lain,” katanya.
Hendy meminta dukungan semua pihak, termasuk rakyat, dalam mengatasi persoalan yang sudah bertahun-tahun terjadi di Jalan Muhammad Yamin. “Rakyat tidak boleh semaunya sendiri. Kita harus sama-sama, kerja tim. Tidak ada yang hebat di situ. Kalau itu jalan bareng, selesai. Kami sekarang mengecek kondisi,” katanya. [wir/ted]






