Trenggalek (beritajatim.com) – Polres Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek dan Pemkab Trenggalek menggelar apel gabungan dalam menghadapi Ramadan 1443 H. Apel berlangsung di di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Sabtu (2/4/2022).
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Syah Muhamad Natanegara menyampaikan komitmen Pemkab Trenggalek bersama TNI dan Polri dalam melakukan percepatan vaksinasi dosis II lansia. Tentunya percepatan ini ditujukan untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus upaya mendorong aktivitas kembali normal dengan level yang terus membaik.
Saat ini target Vaksinasi Covid 19 dosis 2 masih kurang 15 persen atau kurang 10 ribu orang. Tentunya karena kerawanan lansia terhadap penyakit, pemerintah dan 3 pilar mencoba memberikan perlindungan dengan vaksinasi. Dengan begitu keamanan mereka bisa lebih terjaga dan aktivitas masyarakat bisa ditingkatkan kembali.
“Hari ini kita melakukan apel gabungan dengan TNI Polri yang difasilitasi oleh Polres Trenggalek dalam menyambut bulan Ramadan. Kita ingin menciptakan Trenggalek yang aman,” ungkap Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Natanegara.
“Kita inginkan Trenggalek sehat. Jadi di sini ada dua hal penting. Yang pertama menjadikan Ramadan ini menjadi bulan yang aman dan nyaman untuk beribadah bagi seluruh masyarakat Trenggalek,” imbuhnya.
Kedua, lanjutnya, Trenggalek memiliki satu kewajiban, karena masih memiliki pekerjaan rumah untuk percepatan vaksinasi lansia dosis 2. Sehingga level Kabupaten Trenggalek tidak turun lagi. Dengan begitu, masyarakat bisa beribadah dengan tenang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-trenggalek”]
“Kemudian ketika nanti Hari Raya Idul Fitri bisa merayakannya dengan normal seperti biasanya. Untuk saat ini, vaksinasi lansia kita dosis 2 masih kurang 15%, atau sekitar 10 ribu. Kita akan coba untuk lakukan vaksinasi di malam hari guna menghindari pro kontra dengan mendatangi masjid-masjid,” tandasnya.
Sedangkan Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputra mengimbau masyarakat yang menggelar ronda untuk memakai pengeras suara yang normal-normal saja. Kemudian para pendekar diperingatkan untuk tidak melakukan kekerasan.
Larangan lainnya berupa menerbangkan balon udara. Karena selain berisiko mengganggu ruang udara juga bisa menyebabkan kebakaran. “Tidak ada balon-balon terbang, nanti kebakaran lagi kantor Bhayangkari,” pesan Kapolres.
Senada dengan Kapolres, Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Kav. Peddy Adi Prasetyo juga berharap masyarakat bisa menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. “Mari kita jaga bersama biar Trenggalek ini sehat dan aman. TNI, Polri, Pemkab dan seluruh masyarakat harus saling bekerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kemudian masyarakat juga harus saling menghargai,” tutupnya. [nm/suf]






